Inilah Kita

Bagi masyarakat daerah Gunung Putri atau Citeureup, Kab. Bogor pasti sudah tahu tentang Masjid Assalam. Masjid yang berdekatan dengan pabrik semen Indocement ini begitu besar dan cukup strategis, sehingga bila waktu shalat tiba pasti akan banyak jamaah yang datang. Selain itu juga masjid banyak yang menggunakan sebagai sarana halaqah bagi para aktivis dakwah dan pada bagian auditorium masjid juga dapat digunakan sebagai tempat menyelenggarakan suatu acara seperti seminar, bedah buku bahkan resepsi pernikahan.

Ada yang menarik tentang masjid ini terutama setiap hari jum’at, yaitu diadakan semacam bazaar mingguan yang mana banyak sekali yang berdagang disini. Setiap hari jum’at, entah itu yang akan shalat jum’at atau malah hanya sekedar belanja maklum saja bermacam-macam pedagang ada disini, ada yang menjajakan baju, makanan, majalah, buku, ikan hias, vcd/dvd (bajakan), perlengkapan rumah tangga, perkakas-perkakas, bahkan terkadang ada yang menjual empedu ular cobra. Sungguh unik sekali. Dan bicara tentang harga, semua yang ada disini tidak jauh berbeda dengan harga pasaran.

Ada hal yang ironis sekali dengan bazaar ini, jika waktu shalat jum’at sudah tiba tak sedikit yang masih tetap menjajakan barang dagangannya begitu juga dengan pembeli, mungkin bagi pedagang wanita atau pembeli wanita, kita ber khusnuzan bahwa mereka sedang berhalangan shalat, tapi bagi yang laki-laki, adakah bantahan untuk tidak mengerjakan shalat? Perhatikan salah satu ayat Al-Quran di bawah ini :

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari jum’at maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”(QS. Al Jumu’ah [62]: 9-10).

Jika memperhatikan ayat ini, jelas sekali perintah melakukan jual beli ketika waktu shalat tiba, tetapi di bazaar ini tetap saja banyak yang tidak menghiraukan. Dan pada ayat ini juga, tidak melarang kita mencari karunia/berdagang kembali asalkan shalat telah ditegakkan/dilaksanakan. Ya Allah, ampunilah kami, berilah kami petunjuk agar kami senantiasa istiqamah dan selalu mengingatMu. Saya bukanlah seorang ustadz, bukan lulusan pesantren, bukan seorang Hafidz, bukan pula lulusan Al-Azhar Mesir, tapi saya ingin sedikit memberitahukan realita yang ada agar kita selalu ingat kepada Allah, saya bukanlah orang yang luput dari dosa, saya hanya ingin menyampaikan kebenaran.

”Dan hendaklah di antara kamu, ada segolongan orang yang menyeru pada kebajikan, menyuruh (berbuat) ma’ruf dan mencegah yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”(QS Ali Imran [3]: 21)

Mungkin masih banyak kejadian seperti di masjid Assalam ini di tempat yang lain, di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, tetaplah istiqamah.

Jazakumullah khairan katsir. Wassalam

Iklan

2 pemikiran pada “Inilah Kita

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s