Sejuta Angkot, Sejuta Cerita

“Kiriii bang!!!”
Atau
“Depan kiri ya!”
Kalimat sakti di atas tentu tidak asing buat kita. Ya, itu adalah mantera untuk menyetop angkot kalau kita sudah sampai tempat tujuan. Bicara tentang angkot (Angkutan Kota – kalau masih ga tau kepanjangannya. Sungguh terlalu) emang ga ada abisnya, entah itu ugal-ugalan, ngetem sembarangan, nyeruduk motor, nabrak orang bahkan sampai demo para supirnya.
Di kota dan juga kabupaten Bogor, angkot memang sarana transportasi yang lazim digunakan banyak warganya. Mau kemana pun, asal itu masih teritori Bogor pasti ada trayek angkot dan juga tarifnya lumayan bersahabat (yaiyalah kalau dibandingin sama taksi.hehe).
Mayoritas angkot di bogor pasti dari jenis mobil Suzuki Carry. Walaupun ada beberapa yang bukan (ada juga Toyota Kijang juga ada Mitsubishi L300). Umumnya berwarna biru (tapi ada juga yang hijau, merah, tapi rata-rata ya warna biru) dan berdaya angkut minimal sekitar 11-12 orang (ini angka standar perjalanan sang supir) kalau maksimalnya ya semuat-muatnya, ga ada angka pasti. Dan daya jelajah angkot juga bervariasi, tergantung trayeknya ada yang jauh, ada yang jauh banget).
Trayeknya juga banyak, dari 01,02,08,38,64,..bla.bla.bla, ga sedikit. Masalah tarif biasanya sudah ditentuin sama instansi terkait (Organda). Paling minim tarif anak sekolah sekitar Rp.1500-2000 kalau yang lain bervariasi
tergantung jarak.
Di bogor jumlah angkot amat sangat banyak. Seiring pertumbuhan angkot yang membludak, jalanan pun sepertinya sudah “pasrah” dengan keadaan ini hingga timbul satu kata yang tentu tidak nyaman di telinga “MACET”. Kalau anda menyempatkan waktu jalan-jalan ke Bogor pasti “lautan angkot” (hiperbola sedikit) dimana-mana. Kadang kalau lagi asik ngetem, sang supir juga suka lupa daratan. Berhenti-maju-berhenti seenak udelnya. Apalagi di
jalan sempit, telinga sang supir mungkin sudah kebal dengan bunyi tet-tot-tet-tot klakson kendaraan di belakangnya. Dengan gaya santai menanti calon-calon angkoterz (penumpang) di pinggir jalan bahkan sampai tengah jalan juga bisa.
Apakah salah kalau angkot ini terlalu banyak? Bisa iya, bisa tidak. Kadang di trayek tertentu volume angkotnya kebanyakan, tapi trayek lain angkot-angkotnya jarang (biasanya yang ini di daerah agak pinggiran). Tapi kalau di daerah pusat perbelanjaan, bioskop, tempat wisata, jangan tanya deh, Apalagi Bogor terkenal dengan beragam tempat yang menarik seperti Kebun Raya Bogor, The Jungle, Taman Buah Mekarsari, dll. Kalau untuk mall juga ga kalah, seperti BTM (Bogor Trade Mall), Botani Square, Ekalokasari Plaza, Pangrango Plaza, dsb.
Tempat-tempat inilah biasanya “tumpukan angkot” (kalau ga mau dibilang lautan) berada. Macet? Pasti. Makanya kalau ke bogor siapkan iman yang cukup biar kita selalu sabar.Amin.
Andai saja angkot-angkot tadi dikurangin, pasti lebih asik tuh jalanan di Bogor. Tapi tunggu dulu, coba kau bayangkan (nyanyi dikit ahh…) kalau seandainya angkot dikurangin, supir-supir yang kena imbas pengurangan tadi mau kasih makan apa buat anak isteri mereka seandainya mereka ga “narik” dan kejar setoran lagi. Ironis? Tentu.
Lalu ada pernyataan, angkot yang membludak pasti polusinya juga ikut membludak. Berperan dalam Global Warming istilah sundanya. Tapi tunggu dulu, antara polusi dan rasa kemanusiaan. Mana yang diutamakan? Sulit
menjawab ini, lagipula mencari kerja hari gini ga gampang. Seharusnya ada solusi bijak tentang masalah ini.
Bogor memang identik dengan angkot, tapi jangan skeptis dengan pandangan ini. Seharusnya ini bisa jadi pelajaran buat kita semua. Siapa tau dengan banyaknya angkot, kita termotivasi untuk lebih menghijaukan bumi kita.Amin!.
Atau mencoba menjadi wiraswasta yang mana nantinya bisa merekrut pekerja sehingga bisa mengurangi calon-calon supir angkot.Amin!!. Pemerintah semestinya menjadikan PR untuk masalah transportasi ini. Dan yang terakhir, jangan sampai lambang kota/ kabupaten Bogor ada gambar angkotnya.hehe.

.:gambar dari sini :.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sejuta Angkot, Sejuta Cerita

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s