Balada Butuh Sinyal

Ada yang tahu alur cerita sinetron yang kurang lebih begini :

“Hidup di desa, kerjaan standar ,jadi tani, buruh lalu tokohnya ke kota buat cari penghasilan lebih baik”

Alur standar walau kadang yang bikin beda cinta-cintaannya.hehe

Tahan gan, saya bukan mau bahas sinetron karena saya bukan pengamat sinetron.

Mari kita cermati alurnya.
Hidup di desa? jadi petani, peternak atau buruh digambarkan dalam sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan (walaupun kenyataannya begitu) tapi saya bukan bahas itu, tapi kenapa seolah-olah yang tinggal di desa itu orang-orang yang “belum maju”, pandangan ini bukan hanya ada di sinetron tapi juga ada di dunia nyata.

Padahal ga selalu begitu.

Tinggal di desa atau kampung bukanlah “bencana” yang jika seseorang kejebak disana, jadi serta merta orang yang oon. Sekarang sekolah sudah bisa diakses masyarakat desa (walaupun bangunan sekolahnya itu ada yang kurang layak disebut sekolah), pendidikan walaupun belum sejajar dengan perkotaan tapi setidaknya ga mundur-mundur amat lah.

OK. Stop berteori!

Hidup di kampung juga seperti yang saya bilang di bagian awal, ga parah-parah amat, soal pekerjaan rata-rata semuanya jadi Kaum Komuter alias pulang-pergi rumah-kota tempat kerja tiap hari, di tempat saya yang masih kerja di “alam” udah sedikit (mungkin karena kurang menjanjikan kali ya), rata-rata ya itu tadi jadi Komuter.

Kalau boleh dibandingkan, tinggal di daerah desa justru dapat nilai plus, misalnya polusi udara rendah, akses air bersih yang bagus, kalau di kota? au ah elap.

Bukan berarti saya kontra sama kota loh.

Saya rasakan sendiri betapa indahnya hidup di kampung, saya sendiri tinggal di daerah Kab. Bogor tepatnya Kampung Cikuda Kec. Gunung Putri (satu kecamatan loh sama rumah Presiden SBY di Puri Cikeas).
Bangun pagi, masih ada kicauan burung, kadang diselingi kicauan tetangga.hehe. Keluar rumah, disambut pemandangan hijau, pohon rambutan, jambu, pisang, mangga, oh nikmatnya (halah, lebay dot com). Mau mandi, airnya masih jernih, segar dan kalo kemarau juga ga kering-kering amat (kalo ini bisa jadi gara-gara Bogor yang hujan terus).

Tapi ya masih ada kekurangan.
Bukan listrik, tapi sinyal buat internet, (kalo ini sih kayanya yang butuh saya aja deh, ga tau yang lain). Semua operator sih dapet sinyal tapi ga semua dapet sinyal 3G, cuma 1 yang sinyalnya bagus, sisanya yang lain empet-empetan. Moga aja dalam waktu dekat sinyalnya naik 3G semua.

Ditambah lagi, lahan-lahan kosong sudah banyak yang jadi proyek perumahan, semakin berkurang pula pohon-pohon, makin berat aja nih nanti kerja paru-paru. Ah, semoga kampung saya ini ga digusur seluruhnya, selamanya kaya gini, yang boleh modern sinyalnya aja.hehe.Amiiiiinn!!!

.:sumber gambar dari sini juga dari sini

Iklan

2 pemikiran pada “Balada Butuh Sinyal

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s