Udara Segar

Capek ngurusin registrasi kuliah, ternyata masih ada waktu kosong, sayang kalo ga dimanfaatin. Pucuk dicinta, ulama pun tiba ngasih ceramah (hehe), ada ta’limat (informasi-red) dari rekan senior dari alumni Rohis sekolah saya dulu bahwa akan diadakan Touring ke Taman Wisata Gunung Halimun, wah, tanpa babibu lagi, saya langsung setuju dan beberapa rekan alumni Rohis serta beberapa anggota Rohis juga ikut.
“Kumpul jam 06.00 WIB di Masjid Al Muhajirin, Gunung Putri”

Kira-kira begitu bunyi SMS ta’limat-nya, jam 06.00 WIB saya di masjid tersebut, belum banyak yang datang, padahal janjinya jam 6, yah,emang dasar indonesia sejati. Setelah rombongan yang dipastikan ikut lengkap, kami apel sejenak, lalu berdoa.…dan baru berangkat jam 07.00 WIB.

Total anak manusia yang ikut touring ini ada 31 orang, ada yang boncengan ada juga yang bawa motor sendiri. Sebelumnya, Road Captain (yang mimpin rombongan-red) ngasih instruksi, bahwa kecepatan maks. 60km/jam (kecepatan segini di Jalan Jakarta-Bogor rasanya kaya keong racun), OK deh, let’s gohhhh…

Selepas Jalan Jakarta-Bogor, masuk Jalan Baru arah Yasmin, terus lewat Terminal Bubulak dilanjutkan ke Jalan Dramaga terus lurus ke Ciampea, baru kemudian masuk jalan ke arah Desa Gunung Bunder.

Jalan ke arah Gunung Bunder menuju pintu masuk lokasi Gunung Halimun sudah terasa aroma menanjaknya (yaiyalah, namanya juga gunung). Dari awal jalan masuk desa sampai lokasi wisata, lumayan jauh (sekitar yaa 5km, CMIIW), di sepanjang jalan ada SD yang dipasang Spanduk KKN UIN Syarif Hidayatullah, oh, ternyata senior saya ada yang sedang KKN di situ, good luck, gan!

Setelah di pintu masuk, diminta tarif sebesar Rp. 14.500/kepala (sumpah, ini mahal banget dibandingkan sama fasilitas di dalam lokasi). Tapi setelah Pemimpin Touring mengadakan negosiasi, hanya dibayar Rp 200.000 (Oh, Pak Rahmat Yasin, selaku Bupati Kab. Bogor, ada apa ini?). Setelah pembayaran selesai, motor kami arahkan ke arah jalanan terjal berbatu licin (off-road abis gan!) untuk sampai ke tempat parkir.

off-road abiss
Asik off-road, sampai juga di parkiran (bukan tempat parkir sih, cuma sepetak tanah aja).
Setelah istirahat sejenak, saya sempatkan foto-foto pemandangan, Cuma satu kata gan, Hijau!!!
hijau…

hijau lagi…
lagi-lagi hijau…

Selesai istirahat, diadakan games-games, yah, sedikit menghilangkan capek di perjalanan, acara di lanjutkan dengan pemberian Tausyiah (hmmm,tausyiah-nya kental nuansa kampanye-nya, capedeh).

Ga berasa, udah masuk waktu dzuhur, disini jam 10, jam 11, jam 12 ga ada bedanya, adem!!!. Sebelum ke mushola, mampir dulu ke Toilet ah, biar beban dalam diri hilang,hehehe.

Huyuh, eta MCK meni reot pantona (pintunya lapuk-red)
Langsung kita ke mushala,
sangat disayangkan kondisi mushalanya
Ternyata tempat wudhunya antri, yasudah kita wudhu di selokan aja.
yang air terjunnya kecil yang dipakai wudhu

Selesai shalat dzuhur, kami sedikit keliling-keliling lokasi, nanjak sana-sini sampai akhirnya berhenti dan seperti binasa, akhirnya berhenti dulu, ngadain sedikit diskusi kecil sambil makan kacang.

Abis itu, foto-foto dulu aja ah, sayang jika dilewatkan.

ganteng kan yang paling kiri?hehe
hehehehe

Ga kerasa, waktu berjalan terus, kami sudah diminta untuk siap-siap pulang, yah, padahal pengen lebih lama lagi, tapi yo wis, ra opo-opo.

Perjalanan pulang dipayungi mendung, mudah-mudahan hujan lokal dan kami cepat keluar daerah itu, jalan pulang yang menurun pake trik hemat, yaitu jangan nyalain mesin motor, pasrahkan motor pada turunan, lumayanlah,hehe tetapi pada satu titik perjalanan pulang terhambat, ternyata ada kemacetan akibat ada banyak mobil dan motor yang berpapasan, jalan disini, lazimnya untuk satu jalur saja, tapi tetep aja 2 arah, ditambah ada bis yang masuk, kacau sekaleee.

Rombongan pun balik arah, lewat jalan lain, ternyata oh ternyata, hujan mendahului kami, ada yang bawa jas hujan termasuk saya, tapi kami sepakat untuk jalan terus walau basah-basahan (solidarity first!).
Brrr, dingin, ditambah ada satu spot yang tanjakannya mungkin lebih dari 45derajat, curam gan!, masih tetap basah-basahan, kami terus melaju, sampai lagi di Ciampea, ternyata panas! Panas? Ya, panas, jalanan kering, ga ada tanda-tanda abis hujan (ternyata benar-benar hujan lokal).

Ada sedikit trouble disini, saya dan satu teman saya terpisah dari kawanan, waduh,gpp lah, udah sedikit hapal jalan, nekat lanjut, cuaca yang panas ternyata sampai membuat pakaian saya kering lagi, yuuhuu. Sampai Yasmin, saya ditelpon salah satu dari bagian kawanan, sudah sampai mana, ternyata mereka ada di belakang kami,wew…kami mendahului mereka,wakakakakaka, disepakati tunggu kawanan di salah satu spot.

Setelah “bersatu” kembali, perjalanan dilanjutkan dan Macet!!!! Bogor gitu loh, macet oleh angkot dan kendaraan yang tumpah ruah di jalan. Perjalanan pulang kami sempatkan ke rumah teman yang mengadakn syukuran, lumayan, ganjal perut gratis.hehehe, disana saya ga lama-lama, kepala mulai terasa pening, mungkin gara-gara keujanan tadi.

Subhanallah, ingin rasanya rutin mengadakan perjalanan ke tempat-tempat wisata semacam itu, biar semakin mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, terima kasih ya Allah atas udara segar ini.

Credit to :
1. Sony Ericsson K530i buat foto-fotonya.
2. Donatur makan siang,hehe
Iklan

13 pemikiran pada “Udara Segar

  1. @umi diary: emang mantap,layak dicoba :ok

    @catatan kecilku: selamat menunaikan ibadah puasa juga

    @fahma nurika:lebih enak pake motor,lebih seger,hmm, 😮 yg difoto ga keren,cuma menawan.haha

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s