Seluas Mata Memandang

“Tak kenal maka Ta’aruf (kenalan-red).”
Sering sekali didengung-dengungkan kalo berhadapan sama sesuatu yang baru kaya temen-temen baru di tempat yang baru pula. Ah, tapi saya ga pake istilah ini buat di tempat yang baru, tapi buat di tempat yang bener-bener lama ditinggali.
Puncak-Bogor (sumber gambar)
Ya, Bogor!!!, saya rasanya pengen ‘kenalan’ sama tempat dimana saya lahir dan dibesarkan ini. Bogornya juga bukan sebatas Kabupaten aja tapi sekalian juga Kota Bogor.
Bogor (baik Kabupaten maupun Kota), Subhanallah, luasnya kagak nahan. Menurut buku jaman saya SD yaitu buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap) yang masih ada di meja belajar saya yang ditulis Sugeng HR tahun 2001 yang mengutip dari sumber Profil Provinsi Indonesia dan Buku Pintar Senior Iwan Gayo, luas Kabupaten Bogor adalah 3440,72 kilometer persegi dengan 29 kecamatan dan 530 desa lalu di Kota Bogornya hanya 21,56 kilometer persegi dengan 5 kecamatan dan 22 kelurahan. Tapi ga tau juga deh buat sekarang ini, kabarnya sih banyak wilayah pemekaran di Bogor, jadi untuk sekarang ini, saya ga tau data berapa daerah-daerah baru.hehe
Lambang Kab Bogor (sumber gambar)
Saya lahir dan besar di wilayah yang dipimpin oleh Pak Rahmat Yasin selaku kepala daerahnya, ya, di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Gunung Putri yang mana rumah Presiden SBY juga disini. Di kecamatan Gunung Putri ini, langsung berbatasan dengan Kota Depok, Jakarta Timur juga Bekasi. Dan sejauh pengamatan saya, Gunung Putri juga luasnya juga, beuhh…bisa ngabisin banyak bensin buat menjelajahnya.
Ok. Kita fokus ke bahasan utama, ternyata Bogor itu luas…seluas mata memandang, pernah dulu ketika saya ke Bandung via Jonggol, ternyata daerah yang saya lewati masih bagian Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Cariu dan Kecamatan Tanjung Sari. Saya sedikit heran membayangkan warga disini bagaimana jika mau ngurus hal-hal administratif kaya ngurus pajak kendaraan, ngurus SPPT atau ngurus lainnya yang mesti ke Samsat di kawasan Pemda di Cibinong karena Tanjung Sari-Cibinong, wow…sangat-sangat jauh, mesti lewat (yang saya tau) Tanjung Sari-Cariu-Cileungsi-Klapanunggal-Gunung Putri-Citeureup-Cibinong. Fuhh….sounds bad.
Dan keingintahuan saya mengenai seberapa luas Bogor semakin menjadi-jadi, ketika tanggal 13-14/11 kemarin ikut acara kampus di sebuah villa yang ada di kawasan Gunung Salak. Dari kampus saya di Ciputat (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-red) berangkat lewat Parung dan ini adalah kali pertama saya lewat Parung (norak banget ya.hehe) setelah sebelumnya cuma pernah denger aja.hehe lalu lewat Yasmin trus ke Dramaga dan ke Ciampea. Waktu itu panitia acara bilangnya acara kampus itu di daerah Gunung Bunder, tapi sebelumnya saya pernah ikut touring ke daerah Gunung Bunder adanya di daerah Kecamatan Pamijahan, tapi acara kampus kemarin, yang katanya di Gunung Bunder,  villanya malah ada di kecamatan Ciomas, haduh…bingung saya. Setelah saya selidiki (udah kaya detektif aja ya.hehe), ternyata waktu di Ciampea, jalan menuju ke Gunung Salak berbeda ketika saya touring dulunya dan acara kampus kemarin itu. Hmmm…(bergumam tanda kebingungan).
Gunung Salak (sumber gambar)
Dan rasa penasaran akan luasnya Bogor ini makin diperkuat lagi waktu Weekend kemarin (27-28/11) ikut acara kampus lagi (dengan panitia dan organisasi yang berbeda), acaranya berlangsung di sebuah (lagi-lagi) villa di kawasan Cigombong (katanya sih Cigombong bagian dari pemekaran wilayah Cijeruk), makanya di sekitar villa itu saya ga nemuin nama kecamatan Cigombong, yang ada hanya Kecamatan Cijeruk. Dan (lagi-lagi) berangkat dari kampus tercinta lalu lewat tol Jagorawi dan di Kilometer 21.600 saya bisa liat rumah saya dari bis yang saya naikin.hehe (norak lagi) dan keluar di Ciawi, ambil lurus di perempatannya yang selalu rame persis kaya ada hajatan, lewat jalan Sukabumi-Bogor dan ngelewatin juga yang namanya daerah Cimande yang selama ini cuma saya dengar dengan kehebatannya dalam hal mengatasi urut patah tulang serta nama minyak urutnya.
Udah masuk ke Cijeruk (atau Cigombong, saya ga tau), belok ke pertigaan Maseng, ada stasiun kereta api disini, keretanya mesti keluarin tenaga ekstra tuh kayanya soalnya dari stasiun sebelumnya ke stasiun Maseng, ketinggiannya nambah 425 meter dan katanya KA yang menuju ke Sukabumi adanya jam 6 sama 18, tapi sekarang masih ada ga ya? Hmmm….lalu perjalanan masih jauh lagi ke villa.
Sebenarnya, saya masih penasaran akan luasnya Bogor ini, sebagai blogger pelat F atau blogger 0251 rasanya harus juga menulis sesuatu tentang Bogor ini (istilah di atas kayanya kurang tepat juga, soalnya di Cianjur pelatnya juga F dan di sebagian Kabupaten Bogor, kode areanya masih 021, termsauk di rumah saya, tapi ga apalah.hehe). Hmmm…masih banyak yang ingin digali lagi agar tau seberapa luas Bogor ini, yang seluas mata memandang.
Iklan

8 pemikiran pada “Seluas Mata Memandang

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s