Ditebang Sayang

Belum lama ini, sebuah pohon Mangifera Indica (bener ga ya nama latinnya?) yang ditanam puluhan tahun lalu oleh orang tua saya, ditebang begitu saja. Alasannya karena akhir-akhir ini tidak ada buah mangga yang dihasilkan oleh pohon tersebut.
So What?
Ga ada yang begitu penting, atanapi (bahasa sunda dari ‘akan tetapi’-red) karena tagline blog saya ini adalah “selalu ada hikmah di setiap peristiwa”, maka menurut saya tetap ada ibroh­ (pelajaran-red) yang bisa diambil.
Pohon ini (sebelum ditebang) diandalkan oleh saya (dan keluarga tentunya) untuk diambil buahnya, bukan untuk dijual sih tapi untuk sekedar dimakan saja, karena buah yang dihasilkan pohon ini cukup baik (secara kualitas maupun kuantitas) sehingga setiap musim mangga tiba, pohon ini bisa dimanfaatkan tanpa ada uang sepeserpun yang dikeluarkan.
Tapi musim mangga kali ini, tak ada yang dihasilkan pohon ini karena ditempeli banyak sekali benalu. Dan setelah diputuskan, pohon ini akhirnya ditebang tidak produktif lagi.
Ketika pohon ini telah ditebang, saya diingatkan momen-momen nostalgia ketika kecil, waktu itu banyak layangan ‘dikorbankan’ oleh saya kepada pohon ini, karena layangan itu diterbangkan di halaman rumah bukan di tempat semestinya,
Dan banyak lagi… cukup dikenang dalam hati saja.hehe
Sekarang lahan yang tadinya ditumbuhi pohon itu menjadi ‘terang benderang’, ketentraman akan rindangnya pohon itu lenyap. Sangat disayangkan memang, tapi tidak apalah, dalam beberapa waktu ke depan harus ada pohon baru yang ditanam, harus ada regeneran. Biar bagaimana pun jangan sampai hijaunya mata dan hati yang dihasilkan pohon-pohon seperti mendiang pohon mangga itu, dihilangkan begitu saja.
Apakah ada yang aneh atau unik?
Ya… Pada posting kali ini, saya menantang diri saya sendiri untuk membuat tulisan yang seluruhnya tidak menggunakan kata kerja aktif, jadi tulisan ini ‘full of passive’. Tema pohon mangga agak saya paksakan, karena itu yang muncul ke permukaan imajinasi saya tentang posting pasif ini. Beranikah anda mencoba yang pasif (postingnya maksudnya :D) ???
Iklan

4 pemikiran pada “Ditebang Sayang

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s