Saya dan Kehancuran

Á silfur á
Lýsir allan heiminn og augun blá
Skera stjörnuhiminn
Ég óska mér og loka nú augunum
Já, gerðu það, nú rætist það
Ó nei [sumber]
Bahasa apaan tuh?
Itu bahasa Iceland (Islandia), yang juga lirik lagu band dari negara yang sama, Sigur Rόs (dengan huruf ‘o’ ber-aposthrope), judul lagunya Inní Mér Syngur Vitleysingur. Cek aja di youtube, banyak!.
On a  silver river
Illuminates the whole world, and the blue eyes
Cut the starry sky
I make a wish and now close my eyes
Yes, do that, now it comes true
Oh no…[sumber]
Ya, itu terjemahan Englishnya.
Actually, i won’t explore it (or them) too far.
Artikulasi bahasa Islandianya aja ga tau.
Katakanlah, paragraf sebelumnya cuma intermezzo.hehe.
Tapi nyambung juga sih, postingan ini rencananya tentang bahasa.
Bagaimana belajar bahasa lain (misal bahasa daerah atau asing) selain bahasa ibu (native lang).
Karena ini blog saya, maka saya akan menceritakan tentang saya (bukan orang lain).
Saya lahir dan besar, di Bogor, jadi bahasa daerah yang palng saya denger ya bahasa Sunda.
Pertama belajar bahasa sunda (secara akademik-kurikulum) itu di SMPN 1 Citeureup.
Disana belajar mulai dari apa itu pupuh, legenda-legenda dari bumi Pasundan dan tentu saja..
Percakapan.
Intinya sih (menurut saya) belajar bahasa itu tolak ukur keberhasilannya adalah bisa menggunakan secara lisan.
Di SMP karena notabene banyak yang pake bahasa Sunda, jadi kadang percakapan di sana pake bahasa Sunda dan saya dengan pe-de pun ikut-ikutan, walaupun ga lancar-lancar banget.
Kadang kalo saya ga tau satu ‘vocabulary’, saya dengan cuek tanya aja ke temen yang bisa
 .
     temen saya             saya
Dan setelah lulus SMP, masuk SMK, kebiasaan berbahasa Sunda sedikit hilang.
Karena yang pake juga jarang.
Akhirnya pas SMK itu, karena ga dibiasain, jadinya ability saya semakin ancur.
Seancur-ancurnya.
*Oh..pak Bupati Bogor,maafkan saya*
Terakhir di kampus, setiap kali ditanya karena asalnya dari Bogor.
“Bisa bahasa Sunda dong?”
Saya jawab:
“Sedikit”.
*Oh…pak Gubernur Jawa Barat maafkan saya*
Dan karena di kampus sangat “bhinneka” alias berbeda-beda, maka bahasa yang dipake tentu bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
*Oh..pak Presiden, saya ga minta maaf, :P, karena bapak aja suka pake istilah asing kalo ngomong.hehe.ups*
Jadi, intinya, kemampuan bahasa akan semakin terasah kalo lingkungan mendukung. OK. Maksud dari posting ini adalah:
“Saya pengen belajar bahasa Sunda lagi!”
Karena dari SMP, yang saya inget cuma puisi ini:
       Rebun-rebun di gunung
Rebun-rebun di gunung,
kawas hoream nembongan,
Gunung-gunung di harudum halimun,
Cangkurileng  jigrah,
Ngageuing pangeusi leuweung,
Kalong ngabrul mulang ka sayang,
Sapeuting ngaleang neang bungbuahan,
Itu juga saya yakin ada misstypo plus ada yang salah.
Be-te-we, buat yang ngerti arti/makna puisi itu, kasih tau dong.
==============
Iklan

19 pemikiran pada “Saya dan Kehancuran

  1. Pas SD, nilai bahasa Sunda saya lebih tinggi daripada nilai bahasa Indramayu saya. Padahal tinggal di Indramayu.

    sekarang meski udah 3 tahun di bogor, tetep ga ketularan kemampuan berbahasa sunda T.T

  2. Saya dibesarkan hingga SD di daerah sulawesi sana. Waktu pertama kali ke Jakarta jadi bahan ejekan kawan-kawan karena bahasa saya yang okkots alias bahasa sulawesi.

    Tapi berhubung kemudian beranjak dewasa di Jakarta, sekarang malah gak okkots sama sekali. Dan kadang seperti juga posting di atas kangen bahasa sunda, saya kangen banget berbahasa okkots lagi. 🙂

  3. @miftahgeek: di indramayu itu pake bahasa jawa bukan?

    @iam: ane juga 18 tahun di Bogor, kaga ngerti-ngerti

    @sedjatee: ajarin saya dong 😀

    @bukan detikcom: semoga kita ga lupa aja sama identitas asal kita..terima kasih atas kunjungannya

  4. wah, ada gitu yak bahasa sunda dimasukin jadi mata pelajaran,,,
    klo di Pontianak gak ada gitu bahasa melayu di sekolah, sekarang malahan jadi banyak sekolah yang ada pelajaran bahasa mandarinnya karena banyak cina di sini..

  5. wah,moga sukses bahasa sunda ya..Gue kuliah dimakasar,ampe sekarang gak bisa bahasa makasar,padahal pengen bgt bisa bahasa makassar.maen2 keblog ane ya?

  6. pertamanya enggak ngerti itu bahasa apaan.. untung diterjemahin..

    belajar bahasa kalo pengen cepet bisa tipsnya cuman satu : sering dilatih..

    ayoo latihan bahasa sunda lagii

  7. Indramayu itu biligual gan, bahkan tirpleligual, apaan lagi ini –“

    Maksudnya ada yang berbahasa Indramayu [yang emang agak mirip dengan bahasa Jawa], juga ada yang berbahasa sunda. Tiap kecamatan bahkan beda2 lho berbahasanya, jadi jangan lupa bawa temen kalo maen ke Indramayu 🙂

  8. Untuk menunjang kelancaran bahasa Sunda, saya pikir kita perlu kamus Sunda-Indonesia elektronik seperti yang dibuat Concise Oxford Dictionary (COD), sehingga setiap ada kata Sunda yang kita tak tahu artinya kita tinggal klik kata nya. Sayang belum ada yang mengerjakan proyek tersebut.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s