Panic [not] At The Disco

Di tengah minggu siang (03/04) yang panas.

Di dalam kamar.
Suasana yang amat kondusif buat tidur siang.
Tiba-tiba…
Bumi bergetar, kaca kamar bergetar, saya sontak kaget.
Gempa bumikah?
Langsung tubuh ini, meski males, dipaksa buat buat cari tau apa yang terjadi.
Masih bergetar hebat.
Heran, semua orang rumah ga ada yang panik.
Saya semakin bingung seketika itu pula getaran perlahan hilang.
Sayup-sayup terdengar suara mirip dengungan sirine.
Ah, bukan…saya pernah dengar suara ini, tapi dimana.
Apakah ada alien mendarat di Gunung Putri?
Getaran kembali terjadi.
Tetangga tidak ada yang panik.
Suara dengungan itu kembali terdengar.
Semakin saya keluar rumah, suara makin jelas dan keras.
Dan…
Saya arahkan pandangan ke arah barat.
Arah dimana terdapat tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) *rumah saya memang di pinggir tol ini*
Langsung visual yang nampak seperti film Transformers, dimana geng Autobots lagi berantem sama Megatron dan geng Decepticons-nya.
Bedanya yang saya liat itu bukan Optimus Prime and the gank, tapi Excavator (alat berat pengeruk tanah yang lengannya panjang itu loh), dan truk crane (truk dengan pengait) sedang dropping sesuatu.
Preettt…
Case solved, mereka lah penyebab gempa tadi plus suara dengungan itu. Getaran berasal dari crane yang sedang dropping something-i-don’t-know-what, ditambah Excavator yang lagi beroperasi ngeruk tanah.
Sedangkan suara dengungan itu adalah suara truk crane yang lagi mundur.
Tau kan kaya apa suara truk yang lagi mundur?
Ternyata mereka sedang doing-something buat pelebaran jalan tol Jagorawi

Argggggghhh…..both of you Dozerbot, sukses mengganggu istirahat saya.
Pantes aja orang-orang ga pada panik.

Yah, emang nasib, tinggal di pesisir jalan tol, harus siap buat ‘gangguan’ apapun. Langganan yang paling umum adalah polusi suara besi yang di drop dari truk buat pemasangan pembatas jalan dan berisiknya kaya lagi ada adu pedang massal. Selain itu juga sering kedengaran suara mobil kecelakaan, yang entah korbannya masih bisa hidup apa meninggal.

Tapi tinggal di dekat jalan tol sejauh ini ga ada masalah (karena kebiasaan dari orok) malah harmonisasi tinggi rendah suara knalpot mobil yang melintas dengan kecepatan yang berbeda sukses jadi lagu pengantar tidur.hehe

Ngomong-ngomong, kalo mau mampir ke rumah saya, turun aja di Tol Jagorawi arah Bogor KM 21.600.hehe. Ditilang ga dijamin.hehe

—–
emoticon dari laymark.com

Iklan

11 pemikiran pada “Panic [not] At The Disco

  1. Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu 🙂

    Wah deket donk ke Mie Janda 😀

  2. @kang achoey: iya kang, lumayan deket ke mie janda dan penasaran juga pengen ke mie janda.hehe

    @shudai: maklumlah, pemikiran liar.haha

    @ncrudh: ini sih sebenarnya bukan imajinasi, tapi kenyataan.hehe.

  3. wah,ane juga sempat kagok kayak loe,cuma bedanya ane ceritanya baru pindah kerumah yang berada didepan jalan…
    berisik bgt
    tapi lama-kelamaaan kebiasa juga..hehe
    jadi tidurnya dilanjutin gak?

  4. gyahah.. kirain mau cerita gempa di cilacap. ternyata ada eskavator yah.
    jiah, mau liat eskavator aja kudu jauh2 ke jagorawi.. ogaaah ^^

  5. @diah: ga lah, jangan sampe.hehe…lagian pinggirnya juga ga pinggir persis, ada pagar+jarak sekitar 10meter-an

    @kang achoey: segera BW

    @miftah: udah pasti ga bis, malah jadinya posting ini

    @i-one: hidup memang keras bang.hehe

    @gaphe: bosen liat eskavator mulu, cewe cakep gpp deh.hehe

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s