Nyata dan di Depan Mata

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48) sumber

Ilmu itu penting, karena sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang karena tanpa ilmu seseorang seperti berjalan tanpa haluan. Ibarat asap yang selalu bergerak mengikuti angin kemana pun angin bertiup karena tidak memiliki sandaran.
Maka barang tentu ilmu itu semestinya bisa diajarkan kepada siapa saja yang mau mempelajarinya. Ilmu tersebut bisa dijemput dari orang yang memilikinya. Oleh sebab itu orang yang memiliki ilmu semestinya bisa mentransmisikan apa yang dimilikinya agar dimiliki orang lain. Bukankah menjadi sebuah kebaikan membagikan ilmu? terlebih lagi ilmu itu bisa bermanfaat bagi yang lain?
Semua orang akan menjawab iya dari pertanyaan di atas.
Tapi yang agak ironis buat saya adalah ketika menemukan sebuah sarana membagikan ilmu, tapi tidak murah. Saya tidak membicarakannya dalam konteks pendidikan formal karena sudah jadi rahasia umum bahwa pendidikan formal di Indonesia tercinta ini “bertarif”.
Tapi yang saya mau bahas adalah pendidikan non-formal, yakni seperti seminar, workshop, de el el.
*Oh iya, pendidikan yang saya singgung disini adalah pendidikan dalam definisi luas, yang tidak selalu menyangkut sekolah, kurikulum, dsb* 
 
Pendidikan non-formal seperti ini memang sifatnya opsional, bebas menentukan mana yang ingin kita hadiri, jika ada yang menarik maka dengan senang hati kita ikuti.
Tapi entah kenapa dari pengalaman yang saya tangkap di sekitar, seminar seperti itu kadang berbiaya yang kurang reasonable. Contoh ini saya temukan di kampus saya, banyak sekali informasi seminar yang menarik dan banyak pula yang berbiaya yang tidak reasonable, padahal menurut saya, jika dihitung-hitung untuk konsumsi,sertifikat dan administrasi lainnya ga akan mencapai lima digit nol, apalagi jika antusiasme peminatnya banyak, tarif penjualan tiket/HTM/Investasi bisa ditekan (IMHO, entah kenapa istilah ‘investasi’ untuk tiket membuat saya agak ‘mual’, biasanya istilah ini adalah seminar yang bertemakan “kesuksesan dan uang”. Dan biasanya yang menggunakan kata ‘investasi’ ini adalah seminar yang tidak murah tadi)
Apakah seminar itu jadi ladang mencari nafkah untuk pembicaranya?
(saya tidak akan sebutkan seminar apa dan siapa)
 
Memang pembicara jelas membutuhkan “uang lelah” atas pemaparan ilmu dalam suatu acara, tapi jika hitungannya sangat tidak masuk akal (alias mahal), ada apa gerangan??? Apa ilmu tertentu tarifnya juga tertentu.
Memang tidak semua seminar berbiaya mahal , bahkan ada yang gratis (ini adalah kesukaan saya :D)
Dan saya yakin model seperti ini “sharing-oriented” bukan “money-oriented”.
Kalau sharing ilmu saja mahal, kapan Indonesia cepat jadi bangsa yang pintar dan cerdas?
Iklan

11 pemikiran pada “Nyata dan di Depan Mata

  1. hemm mungkin sewa tempatnya mahal kali atau konsumsi nya prasmanan dan setiap jam dikasih snack, hehehe 😀

    btw salam kenal ya, makasi uda maen ke blog saia 🙂

  2. keren
    ilmu lebih penting daripada harta
    tapi nyatanya orang gak berilmu malah banyak harta
    orang banyak ilmu malah pas-pasan… zuhud, gitu..
    salam sukses..

    sedj

  3. @dv:kayanya dari segi pembicaranya, nah itu dia kenapa ongkosnya mahal? apa seminar gini udah dijadiin mata pencaharian???

    @sedj: enaknya, banyak ilmu, harta pun tak sedikit 😀

    @miftahgeek: nah tu dia…jadi mata pencaharian

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s