Night Riding

Malam ini (18/05) kurang lebih pukul 18.48 WIB (saya ingat betul angka ini), angka ketika saya tengok HP butut saya dan masih terjebak macet ruaaaarr biasa di Jalan Fatmawati arah Cinere.

Macet???

sumber

Ya, macet. just another side of dangerously beatiful, Jakarta.

Tapi ditengah proses ‘menikmati’ macet itu disamping saya sedikit menyejajarkan diri seorang pemuda dengan motornya, motor matik yang nampak belum lunas. upss. haha (just kidding)

Beberapa saat kemudian, seorang ibu yang berjalan di trotoar bilang pada saya, “Mas, ngojek sampe daerah x ya?, mobil saya tinggalin disana nih, ga bisa gerak” (sambil nunjuk ke belakang).

Dalam hati, “waduuuuh, tampang mirip Bruno Mars gini diminta buat ngojek“.

Langsung saya bilang, “waduh, maaf ngga, bu”.

Si ibu ini bilang ke pemuda kredit yang ada di sebelah saya itu dan mengucapkan kata yang sama.

Dan pemuda ini juga menolak.

Si ibu pergi berlalu.

Ngga ngerti ya, boss“, pemuda yang ada di sebelah saya itu bilang sedikit menggerutu,“dasar orang punya duit, udah tau macet, percuma kalo ga gerak gini sama aja bo’ong”.

Tiba-tiba ada secercah harapan, mobil truk di depan kami yang kayanya perlu uji emisi karena knalpotnya lebih mirip alat fogging, bergerak! Ada celah untuk zig-zag dan kami pun sukses menerobos celah itu.

Surprise!!! Ada celah panjang di sisi kiri!!!

Guess what…

Pemuda kredit itu nyamperin si ibu yang tadi minta jasa ojek ke dirinya.

Permintaan yang jelas-jelas ditolak dengan sedikit kurang baik (menurut saya).

Dan si ibu itu pun naik dan mereka berlalu menembus malam.

***
Pelajaran penting atas pengalaman ini:
1. Kalo mau pulang malem, mendingan saya makan dulu sebelum jalan karena laper gan, sumpeh dah (ok.yang ini out of context tapi penting juga sih ^__^)
2. Setidaknya saya bisa belajar apa itu arti konsistensi. Konsisten sama keputusan. Pemuda ini yang menurut saya sedikit berubah pikiran (saya tidak bilang dia menjilat ludah sendiri, bagi saya kata-kata ini begitu sarkas) ketika realitas yang ada di hadapannya bertarung langsung dengan konsistensinya dan realita mengalahkan konsistensi. (mungkin dalam kasus ini rupiah bisa dikecualikan antara pertarungan konsistensi dengan realita)
3. jangan pake kaca helm yang gelap dan silau, ga betah 90 menit buka kaca helm dan mata kontak langsung sama angin.

Memang, selalu ada hikmah di setiap peristiwa.

Iklan

5 pemikiran pada “Night Riding

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s