[lagi-lagi] Jalan-Jalan Biasa

Tahun ini entah kenapa jadi tahun paling nostalgic. Setelah sebelumnya seperti yang saya Jalan-jalan Biasa

Dicerita itu saya nyeritain tentang “noraknya” masuk Kebun Raya Bogor setelah terakhir jaman putih merah dulu..
*yeah…bener-bener norak*
Dan rasa norak itu lagi-lagi dateng lagi, kemarin tepatnya, 23/06, saya kembali lagi ke tempat yang memang terakhir kali dikunjungi saat SD. Kunjungan yang lumayan penting karena ini adalah kunjungan perpisahan kelas 2A Pendidikan IPS.
Dan tempat itu adalah:
apa lo liat-liat?
Taman Margasatwa Ragunan
meong…meong
 
*hell yeah…norak again*
Ragunan? Ya, Ragunan. Itu lho kebun binatang yang ada di selatan Jakarta alias Jakarta Selatan #eh. Terakhir kesini memang SD dulu dan sampai sekarang ga banyak berubah. Tapi banyak hal yang bisa dicermati disini, salah satunya adalah tentang sosialisasi kebersihan yang sangat gencar.
 
Sebuah langkah yang baik dan memang sepatutnya dilakukan.
Tapi…
*Speechless*
Satu yang hal lagi yang lumayan bikin pusing adalah papan penunjuk arah. Ga konsisten. Contohnya, satu arah, misalnya ke timur menunjukkan arah ke kandang Singa. Arah tersebut coba diikuti dan setelah ketemu papan penunjuk lain, ga ditunjukin lagi kemana arah kandang Singa malah menunjukkan arah kandang hewan lain yang ga disebut di penunjuk pertama. #lieur
Jadi selama jalan-jalan extraordinary kemarin itu mengandalkan kata hati dan kata temen, mau kanan ya ambil kanan, mau lurus ya lurus, mau pipis yang ke toilet masa di bawah pohon.hehe
Secara keseluruhan, nampaknya perlu banyak penanganan serius terhadap kebun binatang yang satu ini. Selain banyak kandang yang berkarat, ada juga seperti:
Papan mengenai informasi hewan yang sangat penting agar kita tahu hewan apa yang ada di dalam kandang tersebut plus nama latin dan lain sebagainya. Tapi apa daya, begitulah rata-rata keadaannya. Hanya papan informasi hewan di bagian tertentu yang nampak masih bagus.
Seperti kebanyakan tempat wisata. Entah kenapa harga semua makanan maupun minuman melonjak naik alias di mark-up. Di luar area, air minum botolan 600ml (you-know-what) dihargai Rp3.000,- tapi sewaktu di dalam jadi Rp4.000,-. Ah ada apa ini, seseorang yang KEREN seperti saya ini sangat suka yang hemat-hemat.
Tapi secara keseluruhan, jalan-jalan ini sangat membantu “meng-F5” (baca: refresh) otak setelah dua minggu ngebul dihajar UAS. Cukup melelahkan tapi lumayan menyenangkan. Ga rugi-rugi banget deh kalo kesini, yang tiket masuknya aja cuma Rp4.000,- Lumayan terjangkau buat orang seperti saya yang KEREN.
Dan terakhir, memang siapapun dimanapun selalu tumbuh suatu insting yang dinamakan narsis yang susah dibendung.hehe
hehehehehehehehehe
Iklan

6 pemikiran pada “[lagi-lagi] Jalan-Jalan Biasa

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s