Laskar Sabrang

Pertama, saya mengucapkan selamat liburan bagi yang menjalankan #ngok
Ga mau juga ah bahas liburan, takutnya menegangkan urat sensitif teman-teman yang lagi ga libur.hehe. Tapi cerita-cerita dikit boleh dong (sama aja ding -_______-).
Ya, setelah IPK dipastikan keluar (Syukur Alhamdulillah walaupun turun ^^) akhirnya bisa menjalankan aktifitas liburan sesuai dengan rencana. Saya merencanakan liburan ini dengan sesuatu, yakni membabat habis buku bacaan (pinjeman), bukan buku yang berat memang hanya beberapa novel sih.hehe (lebaya amat yak cuma baca novel). OK. Intinya, mungkin, postingan saya ke depan hanya mereview singkat buku yang baru saja saya baca (rugi dong kalo dibahas keseluruhan, nanti ga penasaran buat dibaca.hehe)
Dan langsung saja, buku (pinjeman) pertama yang saya review adalah:
sumber
Judul buku   : Laskar Sabrang: Sangkan (Asal-muasal)
Pengarang   : Purwadmadi Admawipura
Tebal buku  : 348 halaman
Penerbit       : Aditera Bandung
Tahun terbit :2006
Setting yang diambil dalam buku ini adalah kerajaan Mataram dan yang menjadi tokoh sentral adalah Arya Sindura, seorang manggala (komandan) prajurit pedang. Konflik mengalir dari pulangnya pasukan perang Mataram yang dipimpin Raden Suryaningprang yang membawahi beberapa pasukan, salah satunya adalah prajurit pedang pimpinan Arya Sindura. Dalam kepulangan mereka dari perang, mereka kehabisan bekal dan hal ini membuat Raden Suryaningprang menugaskan Arya Sindura dan beberapa orang dari prajurit pedang untuk membeli kebutuhan logistik pasukan di suatu tempat di tengah perjalanan. Namun ditengah tugas untuk membeli logistik tersebut, mereka dihadang sekelompok pencuri/penjarah pasar sehingga tak terelakkan lagi terjadi pertarungan dan akibat pertarungan itu Arya Sindura terluka oleh pedang dan ternyata pula pedang tersebut beracun. Akhirnya Arya Sindura diobati di desa tempat dimana awalnya ingin membeli logistik dan di desa ini pula terjadi berbagai kisah, salah satunya yang terjadi adalah keputusan Lipurna, salah satu kawan Arya Sindura yang memilih menetap di tempat tersebut lantaran jatuh hati pada seorang gadis.
Dugaan awal, konflik dalam buku ini, saya kira hitam-putih alias bisa ditebak siapa kawan siapa lawan. Namun semakin jauh, dugaan tersebut meleset, banyak sekali intrik-intrik terkait jabatan atau kekuasaan yang sangat abu-abu. Intrik itu semakin keras tercium ketika terbentuknya sebuah pasukan yang akan berperang ke Batavia, yang mana pasukan tersebut diberi nama Laskar Sabrang. Pasukan ini akan berangkat menyeberangi laut untuk berperang ke Batavia. Laut bagi pasukan kerajaan Mataram bukanlah sesuatu yang familiar hingga dengan beragam cara dilakukan beragam latihan agar pasukan ini siap diberangkatkan lewat laut.
Arya Sindura yang bingung dengan keadaan sekelilingnya semakin bertambah bingung ketika dirinya dijadikan manggala Laskar Sabrang. Penunjukkan dirinya ternyata tidak serta merta karena kehebatan dirinya sebagai seorang prajurit namun ada latar belakang lain yang penuh rahasia dan intrik penguasa.
Dalam penyajian konflik di atas, tetap ada pertarungan-pertarungan indah antara Arya Sindura dengan orang lain. Pertarungan yang terdeskripsikan dengan baik. Dan memang karena novel ini adalah novel pertama dan ada sekuelnya, maka rasa penasaran untuk mengetahui kelanjutan konfliknya semakin membuncah.
Kesan yang saya dapat dari novel ini, kita bisa merefleksikan masa sekarang ini meskipun mengambil setting masa lalu di kerajaan Mataram, semua keabu-abuan penguasa itu tergambar jelas dan tidak jauh beda dengan keadaaan saat ini.
Dan kalo ada yang punya sekuelnya pinjem dong. #ngok
Sampai juga di bahasan selanjutnya dan selamat liburan bagi yang menjalankan.hehe
Iklan

8 pemikiran pada “Laskar Sabrang

  1. saran untuk anda :

    1. coba review komik-komik best seller seperti : -tatang s. (*terdiam*)

    2. cobalah untuk dianalisis berdasarkan teori ilmaiah dan kenyataan yang terjadi di lapangan
    (studi kasus)

    3. revisi paling lambat minggu depan atau

    4. tidak lulus

  2. Agak ga enak juga sih begitu tahu kalo lu suka baca buku budaya Indonesia gitu, entah kenapa gw justru kurang tertarik ama buku gituan, tiap ke toko buku pasti nyari tentang tekno ato novel2nya Dan Brown.

    Jadi ngerasa ga cinta Negara banget 😦

  3. @i-one: ini soalnya novel lama, tahun 2006, agak mustahil kalo sekarang masih display di gramedia

    @@9ede: salam kenal juga masbro!!

    @iam: yah, maklumlah, beda kepala beda rejeki #eh

    @miftah:ah, ga segitunya, ini juga cuman novel bukan buku berat referensi skripsi bla bla bla

    #eko: nanti gu mudik ke wordpress, tunggu aja.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s