Lembar Terakhir

Kau menjadi bagian terkecil setengah dari seribu…

Tak ada yang heterogen, membaur melebur…

Membentuk ketebalan raga di kala padu…

Terbentang payah jika sendiri…

Putih…

Bersih…

Hanya ketidakcermatan yang membuatnya pucat…

Kau mengabdi hanya untuk sebuah penindasan…

Penindasan atas noda hitam…

Juga noda pelangi yang terpecah-pecah…

Kini…

Kau meregang di penindasan terakhir…

Untuk sebuah potongan mozaik insan jiwa…

Pengabdian sempurna…

Wahai kau…

Lembar terakhirku

———-
Terinspirasi dari selembar kertas A4 putih untuk ngeprint KHS
:p

Masih bingung? Ga konek? Yuk kita bedah maknanya
(sebelumnya drag teks mulai dari garis di bawah ini untuk memunculkan tulisannya πŸ˜€ )

—————————————–

Kau menjadi bagian terkecil setengah dari seribu…
(= setengah dari seribu adalah 500 lembar, bagian terkecil dianggap 1 lembar)
Tak ada yang heterogen, membaur melebur…
(= yup, semuanya kertas ‘homogen’ berwarna putih :p)
Membentuk ketebalan raga di kala padu…
(= kalo ada 500 lembar pasti tebel dong)
Terbentang payah jika sendiri…
(= kalo cuma satu lemah sudah pasti ‘payah’)
Putih…
(= rata-rata yang kertas yang dipakai adalah putih)
Bersih…
(= seperti lambang putih dalam bendera merah putih yang berarti bersih)
Β 
Hanya ketidakcermatan yang membuatnya pucat…
(= kalo penanganannya ga hati-hati bisa lecek bahkan rusak)
Kau mengabdi hanya untuk sebuah penindasan…
(= ‘penindasan’ untuk ‘digilas’ cartdrige printer)
Penindasan atas noda hitam…
(= tinta hitam)
Juga noda pelangi yang terpecah-pecah…
(= tinta warna)
Kini…
Kau meregang di penindasan terakhir…
(= terpakai di ‘penindasan’ cartdrige printer untuk yang terakhir)
Untuk sebuah potongan mozaik insan jiwa…
(= tujuan ngeprint ini untuk ‘potongan mozaik hidup’ pemiliknya yakni ngeprint KHS *maksa* )
Pengabdian sempurna…
Wahai kau…
Lembar kertas A4 terakhirku

———————————————

Tak lupa, saya mengucapkan:
source
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
“work harder, pray harder, earn more'”
Iklan

9 pemikiran pada “Lembar Terakhir

  1. kereeeen… ternyata tulisannya tersembunyi dan penuh makna,
    dari cuman selembar kertas putih hvs bisa jadi inspirasi puisi yaaa…

    plok plok plook… *tepuktangan

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s