Memory Trigger

Tulisan pertamax di bulan September dan masih dalam suasana  hari raya ‘Ied al-fitri, saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum (semoga Allah menerima amalan dan puasa kita. Amin J ) dan di bulan ini juga semoga pelajar/mahasiswa yang leyeh-leyeh akibat liburan bisa menyambut semester baru dan kembali makan bangku pendidikan yang rasanya pahit itu.
***
sumber: tikka.fi
Pernahkah sobat berkunjung ke suatu tempat lalu tiba-tiba tempat tersebut mengingatkan kita pada suatu kejadian di masa lampau? Dan ingatan itu begitu mendetail seiring kita berjalan menyusuri tempat kunjungan tersebut padahal  jika kita tidak berkunjung, kita justru hanya sedikit ingat bahkan lupa sama sekali tentang peristiwa yang kita alami di masa lalu.
Itulah yang saya alami kemarin (3/9) bersama serombongan kawan yang lebih pantes disebut Power Ranger Albino alias Power Ranger yang ga jelas warnanya karena semuanya tipikal “pahlawan kesiangan pembela kebetulan”.
OK, bukan tentang Ranger Albino yang mau dibahas tapi tentang fenomena pemicu ingatan atau istilah kerennya Memory Trigger (istilah yang saya gubah sendiri). Kunjungan saya ke Curug Cilember itu awalnya biasa saja. Kami berjalan, mendaki tanjakan, dan berfoto ria di setiap sudut akan tetapi semakin lama seolah ada puzzle usang berserakan yang perlahan tersusun satu demi satu. Tiap lekukan mulai bertemu lekukan lainnya dan menjadi mozaik ingatan yang utuh bahkan ingatan yang sangat mendetail dan spesifik. Curug Cilember menggali ingatan kurang lebih lima tahun lalu ketika perpisahan SMP di Maribaya, Bandung.
Saya awalnya bukan serta merta lupa sama sekali tentang perpisahan SMP itu tapi yang diingat sebelumnya hanya abstrak dan setelah ke Curug Cilember ingatan justru bertambah semakin spesifik.
So far, apa maksudnya Cilember  vs Maribaya di atas? Sebatas curhat tanpa hikmah? Oh, tenang-tenang, silahkan duduk kembali pemirsa J Bukan @deewahjoedi jika posting tanpa maksud, bahasa gantengnya sih, “ada hikmah di setiap peristiwa”.hehe
Jadi maksud dari pemaparan (tsaah, udah kaya seminar aja) ini adalah KENAPA. Yes, a huge WHY, dabelyu-ech-way. Kenapa kalo ingatan yang sifatnya NON-AKADEMIK bisa teringat dengan utuh contohnya kasus Cilember vs Maribaya di atas. Dengan berkunjung sebentar aja bisa mengingat sekian banyak dan detail. Tapi kenapa kalo ingatannya bersifat AKADEMIK susah dipancing. Padahal kalo dibandingin, parameter buat memicu ingatan itu cukup simpel: cari hal yang berkaitan. Kalo Cilember vs Maribaya di atas, hal yang berkaitan adalah air terjunnya. Air terjun di Cilember memicu ingatan saya ke Maribaya yang juga ada air terjunnya.
Hal tersebut berbanding jungkir balik dengan ingatan yang bersifat AKADEMIK. Setiap hari saya melihat kampus yang sama, gedung fakultas yang sama, lift yang sama, lantai jurusan yang sama, bahkan warteg yang sama,  tapi kenapa sulit mengingat mata kuliah yang udah pernah dilahap. Saat ini saya semester 3 , jangankan mengingat mata kuliah semester pertamax, mengingat yang di semester dua kemarin juga susah to the max. (_ _“)
Geez, what is going on with me?
Adakah yang punya saran ampuh biar ingatan ‘ga pilih-pilih’?
Iklan

10 pemikiran pada “Memory Trigger

  1. Hahahaa,, emang dasar otak indonesia emang gitu gie.. yang dinget itu yg menyenangkan,, kalau pelajaran kan gak menyenangkan sama sekali 😛

    Maaf lahir batin yak btw 🙂

  2. amin do'anya, semoga kita mendapatkan pahala puasa yang melimpah untuk dijalankan di 11 bulan berikutnya.

    masalah materi kuliah supaya nyantol tentu kita harus sering-sering berinteraksi dengan materi tersebut dan dibuat menarik. tapi prateknya biasanya susah

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s