Merdeka atau Mati

XII KTP: Merdeka atau Mati
Terima kasih kepada teknologi metadata sehingga saya bisa ketahui kapan tepatnya suatu foto diambil . Dan foto ini dijepret tanggal 15 Agustus 2009. Dari foto di atas, cukup mudah ditebak, apa tujuan dari kostum yang dipakai dan penggunaan idiom “Merdeka atau Mati!”.
Ya, betul! Ini adalah foto ketika parade kelas dalam rangka menyambut hari proklamasi Republik Indonesia. Kelas XII KTP (Kimia Teknologi Proses). Mungkin anda heran dengan embel-embel nama kelasnya yang “aneh” = Kimia-Teknik-Proses. Percayalah, hingga lulus sampai sekarang, saya belum paham kenapa kelas saya itu diberi nama demikian. Biar keren? Entahlah, silahkan tanyakan pada guru yang bergoyang #eh.
Kelas XII KTP terdiri dari 38 murid dengan komposisi yang amat sangat timpang: 10 laki-laki dan 28 perempuan. Meskipun di dominasi kaum hawa bukan berarti 10 laki-laki di kelas berniat untuk operasi transgender.hehe *amit-amit jabang bibeh*
Mengingat foto di atas, mengingatkan saya tentang bagaimana jalannya parade itu sendiri. Bagaimana kami rembukan soal konsep. Konsep yang kami bentuk memang terkesan “standar” yakniΒ  ada syang mengenakan pakaian ala Bung Karno, ada yang mengenakan pakaian ala petani yang merefleksikan keadaan rakyat kala itu , dan saya sendiri mengenakan pakaian ala meneer Belanda. (Sekarang saya baru sadar, kenapa saat itu di kelas kami tidak ada yang berkostum ala Jepang padahal proklamasi RI ada pada masa penjajahan Jepang. Geez -___- ).
Lalu saya ingat, bagaimana kami kelimpungan menyediakan properti (caping, kostum, cat, spanduk), menyusun yel-yel, dsb. Ada yang unik, untuk spanduk sendiri, entah karena panik dan terburu-buru, kami malah membeli bahan sejenis karpet bukan kain.haha.
Lalu saya juga ingat bagaimana kelas kami bersaing dengan kelas lain yang juga tidak kalah gokil dari segi konsep dan penampilan. Sepanjang rute parade, perang yel-yel pun tidak bisa dihindari. Saling bersahut-sahutan sampai tenggorokan kami panas. Yah, meskipun pada akhirnya kami gagal menjadi juara tapi itu tidak melunturkan kekompakan kami. However, the parade was so hectic!
Parade di tahun 2009 tersebut sebenarnya hanya sepotong kecil perjalanan kami di kelas XII KTP dalam menuntut ilmu bersama selama 3 tahun. Tapi tetap saja, bagi saya merupakan salah satu yang paling mengesankan dan sentimental karena itu adalah parade 17an terakhir yang bisa kami ikuti karena setelahnya kami sudah lulus dan mulai menyusun puzzle kehidupan kami masing-masing. Tiga tahun bersama memang ada suka-duka yang melekat, tiga tahun juga kami saling mengisi kekosongan masing-masing dan pada akhirnya kami harus menyadari bahwa waktu berpisah telah tiba karena jalan panjang masih menanti di depan mata. πŸ™‚
This sweetest memories is always been protected here, in this heart, forever.
Merdeka atau mati
Merdeka dalam hati atau mati terlupakan.
XII KTP, we are memories
————-
Foto dan gambar di atas dikutsertakan dalam The Sweetest Memories Giveaway yang diselenggarakan Mbak Orin
Iklan

15 pemikiran pada “Merdeka atau Mati

  1. Jaman sma emang gak ada matinya deh.. ideide gokik terus berdatangan.. dan gak pake maku buat ngelakuinnya.. gak kayak sekarang ya.. mau ngapangapain aja musti mikir panjang :p

  2. saya mah pilih merdeka aja mba..biar bisa terus hidup dan cari temen yang banyak..
    dari pada saya pilih mati, masih ppunya banyak dosa….hehehe
    salam..smoga sukses di ajangnya mba orin…

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s