PT Pos Indonesia

Pada suatu hari di ruang kelas, seorang guru mengadakan kuis trivia kepada muridnya. Muridnya pun sangat antusias untuk mengikuti kuis tersebut. Lalu si guru tersebut membuat pertanyaan:
Siapakah aku?
1. Aku berwarna orange
2. Aku bergambar burung sedang terbang

Seorang murid menjawab, saya tahu, Bu!!
Jawabannya…

 

The Jack, Buuuu!!!

Lalu murid berikutnya menjawab:

 

Jeruk Mandarin, Buuu!!!!

Ada juga yang menjawab…


 

Adu Merpati, Buuuu!!!

Guru itu pun kewalahan karena jawabannya imajinatif semua. Lalu guru itu bilang, “Anak-anak, jawaban kalian kurang tepat. Jawaban yang tepat adalah…

POS INDONESIA.
 ***

Ya, bukan Persija alias The Jak, bukan juga jeruk mandarin, dan bukan juga adu merpati tapi POS INDONESIA. PT Pos Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang layanan pos. Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, kantor pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.
Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC membuat sebuah kemajuan yang cukup berarti di dalam pelayanan pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran surat-surat dan paket-paket antarkota di Pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan metode rodi (kerja paksa) ini dikenal juga dengan nama Groote Postweg (Jalan Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara Provinsi Jawa Barat sampai Provinsi Jawa Timur, yang awalnya bisa memakan waktu puluhan hari, bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari seminggu.
 
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status. Pada tahun 1906, pos di Indonesia berubah menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini bersifat non-komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.
Perkembangan terus terjadi hingga pada tahun 1961 statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), lalu pada tahun 1978 berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro), serta terakhir pada tahun 1995 hingga saat ini, berubah menjadi PT Pos Indonesia (Persero).

Dalam pelayanannya, PT Pos Indonesia membagi daerah layanannya menjadi 11 divisi, yakni:

  1. Divisi I cabang Medan (meliputi Provinsi Aceh dan Sumatra Utara)

  • Divisi II cabang Padang (meliputi Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat)

  • Divisi III cabang Palembang (meliputi Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatra Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung)

  • Divisi IV cabang Jakarta (meliputi provinsi D. K. I. Jakarta, sebagian Banten, dan sebagian Jawa Barat)

  • Divisi V cabang Bandung (meliputi sebagian Provinsi Banten dan Jawa Barat)

  • Divisi VI cabang Semarang (meliputi Provinsi Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta)

  • Divisi VII cabang Surabaya (meliputi Provinsi Jawa Timur)

  • Divisi VIII cabang Denpasar (meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)

  • Divisi IX cabang Banjarbaru (meliputi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan)

  • Divisi X cabang Makassar (meliputi Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan)

  • Divisi XI cabang Jayapura (meliputi Provinsi Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua).

Kini keberadaan Pos Indonesia sudah mengalami modernisasi pelayanan yang signifikan. Kantor Pos tidak lagi hanya melayani surat menyurat tapi juga melayani jasa lain seperti pembayaran tagihan (telepon, angsuran kendaraan, bank, dll) selain itu Kantor Pos bekerja sama dengan Western Union, salah satu perusahaan internasional di bidang pengiriman uang. Jadi, integrasi antara Kantor Pos dengan Western Union memudahkan untuk mengirimkan uang dari luar negeri.
tampilan muka web Pos Indonesia
Selain itu terdapat pula modernisasi layanan yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Dalam situs resminya (www.posindonesia.co.id), PT Pos Indonesia menyuguhkan terobosan yakni layanan ‘Lacak Kiriman’. Dengan memasukkan nomor resi kiriman paket/dokumen, kita dapat mengetahui kiriman kita sudah terkirim atau belum.
S
masukkan nomor resi kiriman pada kolom bergaris biru

Saya iseng-iseng coba untuk mengecek kiriman surat saya pada tanggal 08/09/2011:


Lalu klik “Lacak”

klik untuk memperbesar
Status surat saya adalah “Antaran”. Disana nama pengantarnya juga disebutkan. Oh ya, status ini akan terus berubah seiring sudah sejauh apa surat kita diproses. Fitur ini saya rasa cukup membantu untuk memastikan apakah surat/paket kita sudah diterima atau belum dan juga status kiriman ini bisa kita cetak (ada opsi “cetak” pada bagian kanan atas), mungkin bertujuan untuk hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Selain itu di situsnya juga menampilkan informasi tarif pengiriman, baik pengiriman domestik maupun internasional. Kita tinggal memilih kota asal pengiriman, lalu memilih kota tujuan, memasukkan bobot kiriman, dan juga memasukkan dimensi kiriman (panjang x lebar x tinggi) namun pilihan yang terakhir ini bersifat opsional.
Selain itu ada layanan mencari kode pos maupun mencari list kantor pos di seluruh Indonesia. Untuk gambaran lengkapnya bisa langsung kunjungi situsnya www.posindonesia.co.id.
Dalam pengamatan saya, saat ini memang sudah menjamur jasa ekspedisi swasta baik perusahaan lokal maupun internasional dan diharapkan sebagai BUMN yang notabene sebagai perusahaan yang memiliki sumbangsih besar terhadap negara, PT Pos Indonesia bisa terus meningkatkan kualitasnya (meningkatkan kualitas pelayanan maupun waktu pengiriman yang cepat).
Memang jaman sudah semakin canggih, segalanya bisa dilakukan secara online akan tetapi surat “analog” alias surat kertas tidak bisa dipinggirkan karena surat “analog” memang masih memegang “ciri khasnya” yang tidak bisa digantikan oleh surat elektronik. Untuk hal itulah, jasa pelayanan pos dari PT Pos Indonesia masih tetap memegang peranannya.
Ngomong-ngomong gimana ya kabar “bis surat” yang biasanya ada di pinggir jalan? Apakah rekan Blogger ada yang masih melihat eksistensinya?

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pos_Indonesia
http://posindonesia.co.id


sumber gambar:
http://ariefjejaka.wordpress.com
http://gambarpersija.com
http://antarafoto.com
http://www.tubasmedia.com 
http://archieobject.wordpress.com

Iklan

8 pemikiran pada “PT Pos Indonesia

  1. Terakhir ngirim surat ke pos kapan yak? *berfikir panjang*

    oh iya.. wakyu ngirim surat lamaran kerja jadi cpns. harus lewat pos! setelah itu gak pernah.. hehehe..

    Kalau masalah pengiriman brg lebih suka pake paket yg swasta deh sekarang.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s