Jauh Itu Abstrak

ja·uh a 1 panjang antaranya (jaraknya); tidak dekat: rumah kami — dr pasar; 2 banyak sekali; amat; sangat (tt perbedaan, selisih atau kekurangan): ia berasal dr tempat yg –; anak itu — lebih besar dp kakaknya; 3 belum sampai kpd yg dimaksudkan (ditetapkan): tawaranmu masih –; 4 sangat kurang: keadaannya masih — dr sempurna; 5 lanjut (tt usia): sudah — umur ayah; 6 renggang; tidak rapat (tt persahabatan): sanak saudara yg –;
panggang dr api, pb tidak kena; tidak benar (tt jawaban, sindiran); banyak bedanya; — di mata, dekat di hati, pb bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat; [sumber: KBBI dalam Jaringan]

“Ardi Wahyudi!”

“Ya…hadir!” sambil mengacungkan tangan.

“Asalnya darimana?” tanya sang pengabsen yang rupanya seorang dosen.

“Bogor!”

“PP (Pulang-Pergi-red) atau kost?” tanya lagi sang dosen.

“Pulang Pergi, Pak!”.

 Atmosfer kelas sedikit berguncang. Nada-nada keheranan terdengar kesana-kemari. Nada keheranan itu berpangkal pada satu hal “Rumah di Bogor dan PP ke Ciputat dan pake motor?”.

Ya, itulah semacam “kutukan” setiap awal perkuliahan. Semester tiga sekarang ini dengan notabene penghuni kelas baru karena semester ini sudah terbentuk kelas konsentrasi dan otomatis saya terpisah dengan sebagian besar teman sekelas ketika semester satu dan dua.

Nada keheranan tadi tidak berhenti sampai disitu. Ketika jam kuliah, selesai kuliah, dan setiap kali bertemu orang lain serta menanyakan asal, rata-rata terheran-heran dengan saya yang kuliah PP.

Emang sejauh apa sih Gunung Putri, Kab. Bogor-Ciputat, Tangerang Selatan?

rute perjalanan Gunung Putri-Ciputat

Peta dari GMaps di atas menunjukkan rute perjalanan suci menuntut ilmu ke perguruan tinggi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Skala dari GMaps di atas  adalah 2 cm mewakili 2 mil. (Saya gunakan yang satuan mil karena garis skalanya 2 cm pas, sedangkan yang satuan km garisnya 1,3 cm jadi agak ribet buat dihitung)

2 cm : 2 mil (dua centimeter pada peta mewakili dua mil jarak sebenarnya)

disederhanakan:

1 cm : 1 mil

Karena Indonesia menggunakan pengukuran Satuan Internasional MKS (Meter, Kilo, Sekon), maka:

1 mil = 1,60934 km

Maka,

1:1,60934 km
1:1.609.340 cm

Jadi skala screenshoot GMaps di atas: 1:1.609.340

Pertanyaan muncul, biasanya menghitung jarak pada peta menggunakan garis lurus sedangkan rute saya berbelok-belok. Kali ini saya asumsikan jaraknya lurus

Jadi, saya berandai-andai berangkat kuliah pake helikopter sehingga bisa jalan secara garis lurus dan saya harapkan juga sih Presiden SBY juga kalo balik dari Istana ke Cikeas pake helikopter biar ga bikin macet jalan Cibubur kalo lewat soalnya beliau kalo pulang ke Cikeas pake rombongan mobil mirip orang besanan. *Upsss…OK, kembali fokus*

Garis lurusnya kurang lebih 14 cm, jadi jarak dari rumah saya ke kampus adalah:

Skala = 1:1.609.340
Jarak sesungguhnya = 14 cm x 1.609.340 cm = 22.530.760 cm = 22, 53 km (dibulatkan)

OK, segitu jaraknya kalo pake garis lurus (garis kuning), kalo pake rute sesungguhnya (yang bergaris merah pada peta). Jika saya bandingkan garis merah dan garis kuning, kira-kira panjangnya bertambah 1,5 kali (perkiraan kasar.hehe)

Jadi, jarak rute bergaris merah:
14 cm x 1, 5 = 21 cm

Skala = 1:1.609.340
Jarak sesungguhnya = 21 cm x 1.609.340 cm = 33.796.140 cm = 33, 8 km (dibulatkan)

Jadi, kurang lebih segitulah jarak dari rumah saya ke kampus pembaharu tersebut. Jarak dari hasil perhitungan di atas sebenarnya tidak 100% akurat tapi bisa jadi acuan kita sementara.

Acuan apa?

Pada awal tulisan ini saya mengutip definisi kata “jauh” dari KBBI dalam Jaringan:

Definisi atau arti kata “jauh” antara lain: panjang antaranya (jaraknya); tidak dekat, dsb.

OK, lantas apa hubungan hasil perhitungan sebagai acuan dengan makna jauh?

Jadi ini adalah bentuk jawaban saya terhadap pertanyaan teman-teman saya di kampus yang heran dengan jauhnya jarak rumah saya ke kampus. Jauh sendiri merupakan kata sifat yang kualitatif dan subyektif. “Jauh” buat saya belum tentu sama dengan “jauh” dalam persepsi orang lain. Jadi menurut saya jarak dari rumah ke kampus relatif jauh bukan jauh apalagi jauh banget yang menunjukkan suatu yang mutlak.

Dan saya sendiri menganggap PP ke kampus ini sebagai latihan. Ya, itung-itung latihan sebagai kepala rumah tangga.hehe. Jika saya menganggap jarak yang saya tempuh mutlak jauh, saya mengkhawatirkan bisa menimbulkan mental’s block alias ‘batu sandungan’ dalam diri yang tidak nampak yang menghalangi kita untuk berpikir positif. Jadi, sejauh ini, enjoy aja.hehehe

Begitu juga ketika ditanya, capek ga PP sejauh itu? lagi-lagi saya jawab relatif capek karena jika saya bilang capek apalagi capek banget bisa menimbulkan mental’s block yang lain ^.^ karena menurut saya:

Capek adalah kondisi dimana tubuh menyerah dengan keadaan mental yang mana fisik kita sebenarnya masih sanggup.

Lah,  kalau tubuhnya emang udah ‘overheat’ alias kolaps? Itu sih berarti tubuh kita berjuang hingga energi terakhir dan berhasil menaklukkan mental yang mengendur. *hehe.sok tau banget dah*

Jadi, apa inti dari postingan panjang ini? Intinya adalah “sikap kita menentukan langkah kita ke depan” *plakk*

Iklan

9 pemikiran pada “Jauh Itu Abstrak

  1. Hmm 38 kilo, sekitar 1 jam perjalanan deh yak? *ngitung* Aku juga termasuk jauh dulu sekolah mulai dari SMP, SMA sampe kuliah. Dulu jaman SMA jarak rumah ke sekolah 20 km (ngitung karena disuruh isi formnya). Tapi ya dibawa asyik aja dah klo rumah jauh kan 😀

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s