The Power of Linkin Park

***

Flashback ke masa SD sekitar tahun 2003 (ups..ketahuan dah tuanya), saat dimana mainan impor punya orang Jepang cukup booming. Ya, mainan itu adalah:
 sumber: listal.com
Sony PlayStationOne atau Sony PSOne (selanjutnya kita sebut aja PS).
Karena waktu itu saya masih ababil (agak kurang stabil) maka ketika mainan elektronik ini booming dimana-mana dan ada yang menyewakan, langsung penasaran untuk coba dan voila, ketagihan. Duit jajan sukses tersisihkan, duit tabungan ludes terpakai, hingga kadang selalu kucing-kucingan sama nyokap di rumah kalo mau berangkat ke rental. *OK.kids, don’t try this*
Singkat cerita, mainan yang satu ini ternyata banyak pilihan gamenya. Setelah mengingat, menimbang, mentitrasi, menghitung dan membuat laporan, maka saya putuskan game yang dipilih adalah:
sumber: softarchive.net
Winning Eleven
Game ini merupakan game legendaris. Dari dulu sampai sekarang, masih banyak yang memainkan game ini. Oh, tidak terima kasih, saya tidak akan membahas bagaimana kemampuan saya memainkan game ini karena kemampuan saya amat sangat tidak hebat karena bermain lawan CPU dengan skor 0-0 di level easy saja saya dapatkan dengan susah payah. Tapi disini saya akan mengungkapkan satu hal menarik. Apaan tuh? Check it out
Bagi teman-teman yang pernah-atau sering-bermain game ini pasti inget kalau di bagian awal ketika masukin kaset, lalu akan disuguhi video intro. Entah Winning Eleven versi berapa saat itu, video intronya memutar lagu yang cukup catchy di kuping SD saya waktu itu. Lagunya berbahasa Inggris. Di satu bagian, liriknya mirip orang komat-kamit, di bagian lain ada yang teriak-teriak mirip orang kecopetan di terminal. Selidik punya selidik, usut punya usut, Apple punya Steve Jobs, ternyata lagu itu berjudul “In The End” milik Linkin Park
sumber: wikipedia.org
Cukup aneh memang di saat saya masih SD malah suka lagu barat, beda banget sama anak SD sekarang yang masih kelas 1 SD aja udah hafal lagu Ayu Ting-ting -,-?. Lambat laun, bukan fokus sama tanding Winning Eleven, tapi malah seneng dengerin BGM di video intronya, alhasil kalo main versus sama temen lebih seneng mengambil alih stik satu (controller 1) yang notabene punya kuasa buat nguasain game dan saya biarkan video introna hanya untuk dengerin BGM lagu In The End itu. *picik*
Lama-kelamaan mulai tertarik juga sama lagu-lagu yang Linkin Park yang lain. Dan lama-kelamaan juga makin kesengsem sama band-band luar ketimbang band lokal. Dan kebiasaan kumulatif itu terus berlangsung hingga kini, maka jangan heran kalo ditanya saya lebih hafal lagu Avenged Sevenfold, Muse, My Chemical Romance, dll ketimbang lagunya Kangen Band, ST 12, dan juga Ayu Ting-ting.hehe
Bagi saya pribadi, kebiasaan mendengarkan lagu band luar adalah motivasi agar saya bisa berbahasa Inggris. Awalnya ketika SD, saya ga berpikir seperti itu, tapi ketika SMP hingga sekarang, mendengarkan lagu band luar adalah cara saya belajar bahasa Inggris, with my own way, my own style. Jadi bukan berarti saya ga suka musik Indonesia, tapi penekanan saya ke lagu berbahasa Inggris punya maksud tersendiri.hehe
Saya masih lanjutkan kebiasaan ini. Setiap ada lagu yang sekiranya enak didengar, langsung di download, masukin playlist dan dengerin sampe budek. Kadang sambil mendengar lagunya, saya sambil memainkan gitar dengan syarat kord/kunci gitarnya ga ribet.hehe
Terakhir, bolehkah kita bermimpi?
Dosen Statistik saya pernah bilang:
“bermimpilah setinggi-tingginya, karena bermimpi itu gratis”
Terakhir, saya ingat pesan-saya lupa ungkapan tekstualnya-novel 5cm Donny Dhirgantoro,
“taruh mimpimu menggantung 5cm di depan kening kamu, jadi dia tidak akan lepas dari mata kamu dan kau bawa mimpi kamu itu setiap hari. Setelah itu yang kamu butuhkan cuma kaki yang melangkah lebih jauh dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, dan mulut yang selalu berdoa”
Semangat, menuju TOEFL minimal 600!!!
Iklan

7 pemikiran pada “The Power of Linkin Park

  1. Tos dulu ah sesama fans Linkin Park.

    Kalo gw dulu dari sd juga udah sering diputerin ama sodara, tapi masih ga tau itu lagu apaan. Trus pas smp temen muterin lagu yang sama, ternyata lagu Crawling nya LP.

    Dari sono gw mulai maniak LP, nyanyi2 kagak jelas sendirian, sambil dikit2 mentranslate arti liriknya. Well, thats work. Semua lagu udah gw hafal, beserta arti per kata nya, kecuali album terakhir dan hand held high (Minutes to midnight) yang anjing panjangnya.

    Mau ngafal lagi, sementara tugas kuliah banyak banget T.T

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s