Meminum Limbah

Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negara berkembang dengan industri yang menjamur. Data dari BPS menunjukkan bahwa jumlah perusahaan menurut subsektor dalam kurun waktu 2001-2010 menunjukkan jumlah industri mencapai lebih 20.000. Memang dalam trend selama beberapa tahun terakhir, terdapat penurunan. Sebut saja tahun 2006, industri menyentuh angka 29.468 namun setahun setelahnya menurun hingga 27.998 dan hingga 2019 menyentuh angka 23.345.
Tahun 2010, tiga besar kelompok industri berdasarkan jumlahnya ialah industri makanan dan minuman (5579 industri), lalu tekstil (2585 industri), dan yang ketiga adalah furniture dan industri pengolahan lainnya (2191 industri).
Lantas apakah kita boleh berbangga dengan banyaknya industri di negara kita? Secara hitungan ekonomi, menjamurnya industri membawa pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Lapangan kerja tentu meningkat. Pertumbuhan ekonomi berdampak sistemik terhadap tingginya kesempatan untuk mengakses pendidikan dan kesehatan sehingga parameter akhir indeks pembangunan bisa menanjak.
Namun kemajuan industri, di sisi lain berdampak pula terhadap keseimbangan lingkungan. Bagaikan dua sisi mata uang, kemajuan ekonomi dari industri harus dibayangi juga dengan ancaman terhadap lingkungan. Limbah industri yang berbahaya jika tidak diawasi dengan ketat pengelolaan dan proses reduksi kandungan racun di dalamnya, jika dibuang secara sembarangan, sangat membahayakan kesehatan.
Limbah Mengancam Sumber Air Kita
Air merupakan komponen vital bagi kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan air merupakan keniscayaan. Di tengah industrialisasi yang gencar, ancaman kesehatan akibat tercemarnya air merupakan masalah serius dan jika tidak ditangani dengan cepat akan memiliki dampak yang berkepanjangan.
Masih banyak masyarakat kita yang menggunakan air sungai sebagai mata air utama dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk minum, mandi, maupun cuci. Hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika sungainya masih bersih dan bebas dari pencemaran, namun akan sangat berbahaya jika masyarakat yang menggantungkan kebutuhan airnya kepada sungai yang ternyata sudah tercemar limbah industri.
Begitupun dengan air sumur. Jika industri melakukan pembuangan yang tidak semestinya, dapat mencemari kualitas air dalam sumur. Indikator mudah apakah air sumur kita tercemar atau tidak adalah dengan melihat kadar kesadahan. Caranya cukup mudah, jika air memiliki kesadahan tinggi, ia akan meninggalkan kerak berwarna coklat yang biasanya hinggap pada keramik, pipa, atau keran. Semakin pekat kerak yang hinggap maka kesadahan semakin tinggi. Jika demikian, air tersebut bila dikonsumsi berpotensi merusak ginjal karena air sadah tadi mengandung unsur logam (Kalsium, Magnesium, bahkan Besi) serta non-logam (senyawa karbonat). Jika air sumur kita memiliki kesadahan tinggi dan di sekitarnya banyak terdapat industri, maka kecurigaan kita terhadap pembuangan limbah industri yang tidak baik bukanlah hal tabu untuk dibicarakan.
Lantas, apa solusi untuk masalah pelik di atas? Ada beberapa hal yang bersifat integratif dan sistematis yang harus dilakukan, diantaranya:
  1. Mengawasi dengan ketat kepada pelaku industri agar melakukan pengolahan limbah sebagaimana mestinya yang ditetapkan oleh peraturan yang berlaku dan jika masih ada pelaku industri yang membandel, maka hukuman tegas harus dijatuhkan.
  2. Mengedukasi masyarakat agar mengetahui bahaya air minum yang tercemar dan batasan-batasan tentang kelayakan air minum.
  3. Menjaga kelestarian lingkungan dengan harapan mampu menetralisir racun dalam air sekaligus menjaga eksistensi sumber air.
  4. Melakukan tindakan preventif yakni dengan mengolah air yang akan dikonsumsi dengan alat khusus. Jika tidak yakin jika air yang dimasak masih tidak layak, maka penggunaan alat pemurni air atau water purifier seperti Pure It dari Unilever bisa menjadi pilihan bijak.
Sebagai informasi, Pure It memiliki teknologi pengolahan airmenjadi siap minum dengan 4 tahapan yakni:
–          Menghilangkan kotoran dengan serat mikro
–          Menghilangkan parasit dan pestisida dengan karbon aktif
–          Menghilangkan bakteri dan kuman dengan programmed disinfection technology
–          Menjernihkan air, sehingga tidak berasa dan berbau.
Alat tersebut bisa menjadi pertimbangan anda dalam mengolah air minum.

Terakhir, sebagai insan yang visioner, tentu kita harus berpikir bukan hanya tentang hari ini tapi juga bagaimana kehidupan anak cucu kita kelak. Oleh karena itu, mari awasi penggunaan air kita.

Referensi

Iklan

4 pemikiran pada “Meminum Limbah

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s