Embun

Kau jauh namun dekat…
Kau dekat tapi tetap harus jauh…
Sebelum kerak itu semakin banyak…
Mengendap pekat di hati rapuh ini…
Fase itu datang…
Fase yang para tetua pun merasakannya…
Entah mereka lolos atau menyerah…
Mereka menisbikan waktu…
Waktu menisbikan mereka…
Kini, bersembunyi di balik ode ini…
Di balik pengharapan dan ekspetasi yang mungkin mengada-ngada…
Izinkan hamba…
Mengecup manisnya embun…
Dalam kesempurnaannya ciptaan-Mu…
Meski dari celah langit yang sempit…

24 Januari 2013 | 21:52 WIB

Iklan

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s