@ardiologi Mencoba Move On

Halo, gaes.

Piye kabare?

Apakah pengumuman menteri-menteri membuatmu mumet? #eh

Tinggalkan sebentar dagelan politik, kita masuk ke hal yang serius dulu deh. Seserius hubungan kamu dengannya *friendzone detected*

Ok, jadi gini. Sebenarnya sudah begitu lama, lupa tepatnya, saya mencoba mempatenkan diri di dunia maya dengan username ardiologi. Nah, dari sana saya coba mengubah seluruh username saya di beragam situs agar seragam menjadi ardiologi.

Twitter? Cek.

Youtube? Cek.

Facebook? Cek.

Deviantart? Cek.

Sribu.com? Cek.

Soundcloud? Cek.

Blogspot?

Nah, khusus yang terakhir ini saya mendapat kendala. Ada blog usang nan bulukan bahkan sudah ditumbuhi alang-alang yang menggunakan subdomain ardiologi.blogspot.com.

Cara pertama yang coba saya lakukan adalah menghubungi pemiliknya melalui email yang kebetulan ada di kolom blognya dan coba bicara baik-baik (?). Maksud saya menghubungi adalah supaya bisa mengalihfungsikan alamat blognya itu kepada saya. Meskipun kemungkinannya 1:100000000000000 (itu saya ngetik nol berapa kali?). Namun ternyata emailnya tidak aktif. Tidak ada tanda-tanda kontak yang bisa dihubungi.

Akhirnya saya pakai cara yang sedikit ekstrem agar tetep bisa ngeblog dengan username dan domain ardiologi. Saya memutuskan move on ke wordpress? Lah, kenapa ga coba beli domain aja, gan? Mungkin kamu ada yang nanya gitu. Tapi, da aku mah apa atuh, cuma mahasiswa kere berkantong cetek. Masih perlu beli yang lain ketimbang beli domain. *toss*

move on

Cek ketersediaan domain di wordpress dan alhamdulillah *sujud syukur*, subdomain ardiologi available dan voila, blog ini pun tercipta.

Jelas, bukan tanpa konsekuensi dan resiko. Kenapa? Karena sebelumnya, saya sudah punya blog yang pernah mapan di alamat sangsendaljepit.blogspot.com. Sudah dari tahun 2009 ngeblog disana. Pernah ngerasain dapet Google Pagerank 2 (walaupun sekarang balik lagi ke nol.hehe). Banyak kenangan disana lah pokoknya. Pokoknya udah kayak pacar gitu deh. Kenangan mendaki gunung ditulis disana, kenangan konyolnya ketika kuliah, kenangan ketika di jalan, dsb.

Ya, mengejar sesuatu memang perlu pengorbanan dan penuh resiko.

Sama kayak kejar kamu. #eh

Iklan

2 pemikiran pada “@ardiologi Mencoba Move On

  1. Ping balik: Bertumbuh | ardiologi

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s