7 Zona Terlarang dalam Hubungan

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia terlalu lemah untuk bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, manusia membutuhkan kehadiran orang lain sebagai seseorang yang bisa menemani hidup bahkan menemani mati sekalipun. Dari keadaan itu, terkadang timbul hubungan yang melibatkan hati kedua belah pihak.

Kalau berhasil? Maka keduanya bukan tidak mungkin akan bersatu selama-lama-lama-lama-lamanya.

Tapi jika hubungan itu tidak lancar? Maka kejadiannya hanya akan mentok seperti pada keadaan di bawah ini:

1. Friendzone

friendzone

Keadaan ini adalah dimana salah satu pihak merasa sudah dekat dengan pihak lain namun tidak bisa lebih lanjut dan mentok di kalimat sakti “kita temenan aja”.

Korban: Pria dan Wanita

2. Ojekzone/Driverzone

ojekzone

Ini adalah varian lain dari friendzone. Ojekzone/driverzone adalah zona dimana salah satu pihak hanya sebatas dijadikan supir/ojek pribadi, tidak bisa lebih. Lebih banyak nombokin bensin yang ada.

Korban: Pria

3. Timezone

timezone

Timezone disini bukan wahana permainan yang ada di pusat perbelanjaan tapi keadaan dimana seseorang hanya dijadikan tempat “menghabiskan waktu”, sebatas itu dan celakanya kadang pihak yang menaruh harap harus mengeluarkan modal untuk menemani pihak lainnya, bisa traktir makan atau minum. Bahasa kasar dari timezone adalah pihak “korban” hanya menjadi pelampiasan waktu sang pujaan. Ya, sebatas itu, tidak lebih.

Korban: Pria dan Wanita.

4. Curhatzone

Ini adalah zona dimana korban hanya sebatas menjadi pendengar dan tong pembuangan, kadang juga konsultan abal-abal dari sang pujaan. Lebih menyakitkan apabila yang dicurhatkan dari sang pujaan adalah tentang perasaan si pujaan terhadap orang lain. It’s double hurt, gaes.

Korban: Pria dan Wanita

5. Socmedzone

Agak maksa sih singkatannya, socmedzone alias social media zone adalah keadaan dimana korban hanya sebatas menjalin hubungan di dunia sosial media. Lah, di dunia nyata? Nyesss, adem ayem kayak adem sari baru diseduh.

Korban: Pria dan Wanita

6. Bengkelzone

Sumpah, yang satu ini langka dan kalaupun ada, rasa sakitnya mungkin bakal masuk MURI.hehe. Keadaaan bengkelzone adalah dimana sang pujaan hanya menjadikan si korban tempat konsultasi seputar masalah otomotif atau dunia perbengkelan. Duh, ngenes amat :p.

Korban: Pria

7. Tugaszone

Last but not least, tugaszone adalah keadaan dimana sang pujaan meminta tolong untuk mengerjakan tugas kepada korban. Dan si korban pun dengan senang hati membantu, namun si korban ternyata memiliki modus lain di balik bantuannya tersebut. Well, dibalik bantuannya itu, ada semacam rasa pamrih gitu deh.

Korban: Kebanyakan Pria (dan wanita juga ada sih).

***

Sebenarnya masih banyak sih, gaes, model-model -zone dalam bentuk lain. Namun, yang disebut di atas adalah yang umum (walaupun ada yang unik, macem bengkelzone). Nah, daripada ribet-ribet menebar dan memupuk perasaan ke orang secara sembarangan, mending sabar dan jaga perasaan deh, gaes.

Tapi, perasaan kan ga bisa boong?

Emang…

Tapi perasaaan bisa dimodifikasi.

Tips dari penulis ganteng (gangguan tenggorokan), cobalah untuk memprofesionalkan setiap relasi kita kepada siapapun, termasuk ke lawan jenis. Kalo emang relasinya organisasi, ya, bertingkahlah sewajarnya anak organisasi. Pun jika sebagai montir, penjual donat, ataupun pegawai negeri sipil. Jangan menebar harapan sembarangan atau janji.

Laki-laki mudah melupakan janji, perempuan mengingat setiap janji.

– Kurniawan Gunadi

Iklan

2 pemikiran pada “7 Zona Terlarang dalam Hubungan

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s