Dialog Imajiner #4: Janji


X: “Kau belakangan ini lebih banyak diam. Ada sesuatu?”

Y: “Oh ya, sifatku ‘kan memang begini. Tapi, hey, kau pandai sekali menebak keadaanku. Ilmu cenayang mana yang kau terapkan hingga bisa tahu?”

X: “Kau sendiri yang pernah bilang”

Y: “Memangnya aku pernah bilang apa?”

X: “Kau dulu pernah bilang, mudah saja menebak isi hati seseorang dari caranya menatap, caranya melempar senyum, dan caranya berbohong.”

Y: Di bagian mana  aku berbohong?”

X: “Ketika barusan kau bilang ‘memangnya aku pernah bilang apa?’. Bodoh sekali. Dulu kau bilang, ‘jangan pernah lupakan kalimat yang keluar dari mulut sendiri karena itu adalah janji’.

Y: *menyela* “…dan janji adalah barang mewah yang sangat sedikit orang bisa membelinya”

Iklan

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s