Dialog Imajiner #7: Mengawasi Janji


X: “Sebentar lagi kau menyelesaikan studimu. Apa rencana berikutnya?”

Y: “Entahlah, tapi aku sudah membayangkan untuk memulai lagi dari awal?”

X: “Maksudnya?”

Y: “Aku akan memulai dimana segala sesuatu dimulai dari nol dan tanpa jalan pintas”

X: “Kenapa tidak kau lakukan sejak dulu?”

Y: “Kadang aku malu untuk memulainya tapi setelah ini aku tak bisa berkilah lagi”

X: “Itu terdengar seperti janji. Kau pernah bilang, janji adalah barang mewah yang tidak semua orang bisa menebusnya.”

Y: “Untuk hal itulah, ada engkau disini”

X: “Untuk apa?”

Y: “Mengawasi janjiku.

Iklan

2 pemikiran pada “Dialog Imajiner #7: Mengawasi Janji

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s