Perdebatan Tahun Angkatan

image

sumber: dailydot.com

Walaupun tidak seheboh perdebatan sepanjang masa macam perdebatan telur-ayam tapi perdebatan mengenai penyebutan tahun angkatan juga patut jadi perhatian. Hal ini menjadi perdebatan tatkala (ecieee…tatkala) membuat undangan apapun yang mengharuskan kita mengundang rekan seangkatan kita di sekolah atau di kampus.

Untuk menyebut tahun angkatan tingkat perguruan tinggi, saya yakin tidak ada perdebatan “sengit” karena sudah mafhum bahwa tahun dimana kita mendaftar masuk dan mulai belajar adalah tahun angkatan. Perdebatan mengemuka ketika menyebut tahun angkatan sekolah (SD/SMP/SMA).

Saya pernah berdebat dengan teman sekelas ketika SMK (O ya, saya SMK lho bukan SMA #smkbisa). Saya menyebut tahun angkatan kami dengan tahun kami masuk tapi ybs malah menyebut tahun ketika lulus. Alasan umum yang saya baca di berbagai opini bahwa kenapa tahun angkatan ketika sekolah menggunakan tahun lulus adalah karena tahun lulus itu pasti sama dan berbarengan. Hal ini berbeda dengan dunia perguruan tinggi yang menyebut tahun masuk sebagai tahun angkatan karena tahun kelulusan hanya Tuhan dan mahasiswanya sendiri yang tahu #eh.

Menurut saya, argumentasi tersebut kurang kuat. Jika alasannya adalah tahun lulus yang sama ketika sekolah itu pasti berbarengan sehingga jadi acuan, lantas bagaimana mereka yang tidak naik kelas?

Lantas bagaimana nanti saya menyusun undangan? Undangan pernikahan misalnya (Amiiin..eh, aminin dong biar varokah). Untuk penyebutan tahun angkatan kuliah tidak ada masalah. Pun untuk tahun angkatan SMK karena saya rasanya akan menggunakan nomor urut angkatan yang lulus (angkatan saya adalah angkatan XI). Nah, untuk penyebutan tahun angkatan SD dan SMP? Nampaknya akan jadi polemik karena saya menganut mazhab tahun masuk sebagai tahun angkatan. Ya, di perdebatan tentang tahun angkatan ini saya mengambil sikap (cieee..sikap) bahwa tahun masuk adalah tahun angkatan.

Bagaimana dengan Anda? 🙂

Iklan

8 pemikiran pada “Perdebatan Tahun Angkatan

  1. Kalau aku sih ikut arus utama. Sekolah – tahun lulus, kuliah – tahun masuk. Alasannya juga kurang lebih sama dengan pendapat mainstream. Siswa yang lulus di luar jadwal yang seharusnya itu lebih sedikit daripada siswa yang lulusnya 3 tahun. Sementara mahasiswa nggak semudah itu untuk lulus tepat waktu karena lulusnya bukan setelah UN yang serentak senasional, tetapi setelah ujian sidang TA dan/atau ujian komprehensif (imho).

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s