Pepesan Kosong di Seminar Motivasi

sumber: naldzgraphics.net

Ingin omzet bisnis Anda berlipat-lipat? #eaaa

Ingin memiliki properti senilai milyaran tanpa bangun dari tempat tidur? #eaaa

Sering sekali saya mendapati contoh iklan seminar yang mahafantastis, baik cetak maupun online. Dibumbui segala jenis kalimat atau diksi-diksi yang “agresif”.

Amankan segera posisi Anda!

Kunci seat Anda segera!

Seat sangat terbatas! dll

Sudah sama-sama kita maklumi bahwa hari ini memang harus kreatif untuk urusan perut. Ya, semakin kreatif semakin ajib. Begitulah kira-kira semboyan era ekonomi kreatif. Termasuk ya seminar motivasi ini. Di satu sisi kadang bagus, tapi di sisi lain kadang membuat saya agak mual. Mual karena terkadang terlalu banyak kedok yang dipakai sehingga saya agak sedikit antipati dengan beberapa jenis seminar motivasi berikut ini:

1. “Merendahkan” Jika Anda Menjadi Karyawan atau Anda Bekerja untuk Orang Lain

sumber: rrcrentalac.wordpress.com

Biasanya jenis ini adalah seminar enterpreneurship. Seminar ini biasanya menyasar calon wirausahawan baru ataupun yang sedang berkembang. Seminar jenis ini pun biasanya dibumbui dengan kalimat fantastis,“bagaimana melejitkan usaha tanpa bangun dari kasur bla bla bla”. Pernah juga saya dengarkan langsung bagaimana seminar jenis ini menyimpulkan bahwa jangan mau bekerja untuk orang lain. Jadi karyawan itu gak asik. Jadi karyawan itu cuma disuruh-suruh, dll.

Singkat kata, si pembicara mensugesti audiens untuk jadi wirausahawan dan “merendahkan” karyawan. Pertanyaan saya ketika mendengar statement seperti ini, “Memangnya Anda ketika sudah jadi wirausahawan tidak butuh karyawan?” atau lebih tajam lagi, “Jika penilaian Anda terhadap karyawan seperti itu, lantas bagaimana jika Anda suatu hari memiliki karyawan? Merendahkan mereka?”

2. Kaya lewat Seminar

sumber: wikipedia.org

Berikutnya adalah jenis seminar motivasi yang inkonsisten. Misal seminar motivasi pengusaha sukses bla bla bla omzet jutaan dollar Zimbabwe. Apakah salah? Tentu saja tidak apabila pertanggungjawaban dari kalimat iklannya jelas ataupun konten materinya memang sesuai dengan pengalaman pembicaranya. Tapi yang saya heran adalah kadang ada pembicara yang ujug-ujug bicara tentang bagaimana menaikkan omzet bla bla bla tapi rekam jejaknya tidak pernah terdengar dan dia hanya terdengar dari satu seminar ke seminar saja. Apa jangan-jangan doi ini omzetnya dari seminar? Entahlah. Lelucon yang pernah saya dengar adalah pembicara tipe ini akan gelisah jika tidak ada proyek seminar. πŸ˜€

3. Tiket yang Mahal

sumber: anappealingplan.com

Mahal atau murah memang relatif. Mungkin ini berkaitan dengan venue tempat diselenggarakan seminar tersebut yang kadang di ballroom hotel bintang 5 atau di tempat-tempat yang kekinian. Bisa juga terkait dengan fasilitas lain, misal lunch dengan table manner lengkap (tapi saya belum pernah lihat seminar yang seperti ini, paling hanya dapat nasi box). Tapi setelah dihitung-hitung secara kasar, kadang saya masih belum menemukan rasionalisasi yang mendingan dari tiket mahal tersebut. Seminar model ini pun terkadan didorong oleh testimonial yang dihimpun, apalagi dari tokoh terkenal. Semakin canggih testimonialnya, semakin percaya diri si pembicara mematok harga.

Oh mungkin akan ada yang bilang, “Ini ilmu langka, masa untuk ilmu saja tidak mau berkorban atau keluar modal sih?. Pernyataan ini ada benarnya akan tetapi kadang saya hanya ingin bertanya balik, “Kalau memang ilmunya langka, dapat standar harga dari mana?”. Atau mungkin jika memang ada niat shadaqah, gak dimurahin aja tiketnya gitu? #ihik

4. Penuh Rayuan Manis

sumber: nurilakhyarsabri.blogspot.com

Untuk menilai bagian ini memang gampang-gampang susah. Perlu analisis yang mendalam dan terukur *halah*. Kalimat-kalimat penuh semangat dan enerjik adalah fitur utama. Masalahnya jangan sampa kita hanya “terjebak” dalam ekstase kalimat manis itu tanpa pikir panjang. Oh ya, kalimat sakti yang kadang disampaikan adalah “jangan seperti orang yang memakai otak kiri yang kebanyakan mikir, jadilah orang berotak kanan yang kreatif”. Manis tapi agak gimana gitu. Padahal signifikansi otak kanan-kiri belakangan dikritisi. *silakan googling*

Sebagai penutup,saya tidak bermaksud menggeneralisasi bahwa semua jenis seminar motivasi seperti yang dipaparkan di atas. Saya pun sebenarnya suka menyimak seminar semacam ini asalkan tema dan pembicaranya memang benar-benar memiliki portofolio karya yang sangat bisa dipertanggungjawabkan. Terakhir, siapkah Anda melejitkan omzet usaha tanpa harus berpikir? #eh *kemudian dibully netizen*

Iklan

14 pemikiran pada “Pepesan Kosong di Seminar Motivasi

  1. Ah, eh… saya jujur, saya belum pernah ikut seminar yang berinvestasi dengan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah seperti beberapa seminar yang Mas ceritakan ciri-cirinya di sini. Mahal… mau cari uang buat ikut seminar dari mana :huhu.
    Yang jelas kita mesti bijak membijak diri ya Mas kalau mau ikut seminar-seminar seperti ini. Mesti dipikir masak-masak sampai matang :hehe.

  2. Wah… Saya belum pernah ikut seminar yang harga tiketnya mahal tapi klo seminar gratisan pernah ikut. Dan saya menikmati seminar tersebut

  3. mau bagaimanapun juga, yang namanya sukses ga ada yang instan…
    ornag biasanya mengira kalau ikutan seminar motivasi bisa sukses secara instan, padahal tetep ada proses, waktu, dan kerja super keras

  4. Aku pernah ikut, dan itu bullshit doank! 😦 Intinya kita tetep harus usaha en punya modal buat promosi. Selebihnya? Ya ngga bakalan sukses T_T

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s