Jarak

image

Eka tidak pernah mengira bahwa Alif akan jauh-jauh datang menemuinya padahal tempo hari Alif bilang padanya bahwa maklumi jarak antara kita. Jarak dalam artian sesungguhnya tentu saja.

“Kenapa, Lif?” ujar Eka setengah heran, “kamu masih saja menyempatkan diri datang kesini?”

“Aku merasa terpanggil saja”, Alif menjawab dengan ringan.

“Sesederhana itu?” Eka kembali bertanya.

Alif hanya tersenyum sambil menyerahkan bungkusan plastik berisikan es krim dan beberapa batang coklat.

Gadis itu hanya bisa tersenyum datar sambil menerima bungkusan dari Alif sambil tangan kirinya menahan erat kursi roda yang dinaikinya.

(sepertinya) bersambung…

Iklan

8 pemikiran pada “Jarak

  1. Hm, hmm… penasaran dengan kelanjutannya :haha. Ada yang rela menembus ruang sejauh itu, pastinya ini bukan perasaan biasa :)). Semoga kisahnya berakhir bahagia ya Mas :amin.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s