Kodrat Laki-Laki Adalah Pelindung (?)

sumber: dice.com

Jadi, ceritanya sore kemarin (08/09), setelah seharian visitasi ke sebuah lokasi program dari kantor, saya dan rekan memutuskan kembali ke peradaban masing-masing menggunakan kereta alias commuter line. Kami naik dari Stasiun Bogor, yang kini terlihat lebih bersih dibanding beberapa tahun lalu, menuju Stasiun Pondok Ranji, tentu dengan transit terlebih dahulu di Stasiun Tanah Abang.

Jujur, saya bukanlah anker alias anak kereta ataupun orang yang sering bepergian dari kereta, namun sore kemarin suasana kereta cukup sepi dan nyaman. Mungkin karena saya “melawan” arus. Maksudnya, ketika orang pulang kerja dari arah Jakarta menuju Bogor (Utara ke Selatan), saya justru pulang dari Selatan ke Utara.

Kereta melaju membosankan, suhu cukup dingin karena memang suasana agak sepi. Segala jenis penumpang keluar masuk. Seorang siswa SD yang nampak cukup lelah tapi sepertinya sangat terbiasa naik commuter line. Ada juga seorang laki-laki sejenis om-om yang bicara di telepon dan sangat sulit untuk tidak curi dengar. Entah beliau ini apa yang jelas dari obrolannya mirip makelar tanah. πŸ˜€

Selain itu, yang cukup menyita perhatian saya dan menjadi inspirasi tulisan ini adalah seorang bapak yang temui baru naik di Stasiun Pasar Minggu, ia duduk di sebelah saya. Ia mengeluarkan telepon pintarnya dan membuka BBM. Kenapa saya tahu dia membuka aplikasi BBM? Karena saya tidak bisa untuk tidak mencuri pandang karena persis di sebelah dan arah pandangan saya tidak bisa kemana-mana. Selain arah ke bapak tadi, pemandangan cuma tiang samping dekat pintu.

Β “ms dh dmn?” lawan percakapan di luar sana

“ps.mnggu” si bapak sebelah menjawab

Muncul balasan, “kpn smp?

Si bapak tidak langsung membalas, saya melihat ia berkali-kali mengetik dan berkali-kali juga ia menghapusnya.

Setiap kali ia coba memberi balasan, jawaban yang coba ia ketik adalah kalimat yang bersifat menenangkan si lawan percakapan, yang saya duga istrinya, dan tidak membuat khawatir.

Begitu terus sampai akhirnya di Stasiun Manggarai, saya berdiri karena mempersilahkan seorang bapak untuk duduk dan bapak yang mencoba membalas BBM tadi sudah lenyap dari pandangan.

Ya, hikmah yang saya ambil dari si bapak tersebut adalah seorang laki-laki tidak ingin membuat khawatir siapapun.Β  Jiwa pelindungnya tidak akan membiarkan siapapun dalam keadaan khawatir.

#nulisapague

Iklan

5 pemikiran pada “Kodrat Laki-Laki Adalah Pelindung (?)

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s