Ngetem

image

move on

Bicara tentang “ngetem”, pasti tidak akan jauh dari dunia transportasi umum wa bil khusus angkot. Ya, angkot sangat identik dengan ngetem. Oh ya, mungkin bagi yang belum tahu, ” ngetem” adalah istilah ketika angkutan umum berhenti untuk menanti menunggu penumpang untuk naik.

Sehari-hari, meskipun saya beraktifitas dengan sepeda motor, saya tahu bagaimana perangai dan karakteristik (sopir) angkot di wilayah-wilayah yang saya temui. Sebut saja rem mendadak, ngebut tak pandang situasi, dan ya itu tadi: ngetem.

Dari sudut pandang penumpang tentu ngetem akan sangat menyebalkan jika terlalu lama. Alih-alih ngetem, waktu perjalanan pun jadi molor sedemikian rupa. Sangat merugikan tentu bagi orang-orang yang menjunjung tinggi ketepatan waktu.

Dari sudut sopir, setahu saya, ngetem itu seperti pertaruhan. Jika terlalu lama ngetem, ia bisa kena komplain bahkan yang paling ekstrem, penumpang yang sudah naik bisa melancarkan mosi tidak percaya dengan cara turun dari angkot lalu naik angkot lain. Pun jika ngetem terlalu cepat, ongkos sewa yang ditarik tidak maksimal karena penumpang yang naik sedikit.

OK, saya tidak sedang memberi kuliah umum tentang dunia transportasi tapi hanya ingin mengkontekstualisasi tentang angkot dan ngetemnya itu.

Jika kita berlaku sebagai penumpang, apa yang kita inginkan?

Pasti kenyamanan, kecepatan, dan keselamatan.

Jika sebagai sopir?

Pasti tentang keuntungan dan keberkahan nafkah.

Kuncinya adalah keseimbangan hak dan kewajiban.

Dari analogi dunia angkot ngetem di atas, saya kadang bingung dengan orang yang membiarkan orang lain ngetem terlalu lama di kehidupannya. OK saya pertegas: kelamaan ngetem di hati. Gak maju-maju
***

Powered by WordPress for Android

Iklan

11 pemikiran pada “Ngetem

  1. Angkot ngetem itu mengasah kesabaran dan ketenangan :hehe. Tapi kalau sudah tidak sabar, ketimbang marah-marah (dan membuat orang lain juga kesal), mending keluar dan mencari moda transportasi lain yang sekiranya lebih cepat kali ya. Tapi itu juga kalau ada moda lain sih, kalau tak ada ya… dipanjangin lagi deh sumbu sabarnya :haha.

    • di tempat saya sih angkot sekalinya ada, kadang bejibun/overpopulasi

      Kadang di tempat lain malah langkanya minta ampun, supply dan demand gak imbang

      Nah, daerah yg overpopulasi angkot itulah yg bikin ngelus dada.heuheu

    • Maksudnya kota lima huruf berawalan B, ya Mas? :haha. Sebenarnya overpopulasi itu bagus kalau ditata, jadi kapan pun ingin mencari angkot, pasti ada. Cuma berhubung semua tumplek blek, ya jadilah semrawut :hehe. Angkot boleh angkot, tapi kalau pengelolaan macam LRT di negeri tetangga, jatuhnya pasti unik dan keren.

  2. Bahahah.. Kalok untuk urusan hati mah, biarin aja apa adanya.. Yang penting perbanyak kegiatan dan pergaulan positif. πŸ˜› *sok iyes*

    Tapiiii aku paling sebel Di, kalok pas naek angkot trus ngetem. Lamaaa banget. Mending turun deh. 😦

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s