Review Game SimCity Build It

image

SimCity Build It

Halo, kawan, apa kabar? Memasuki Desember, hujan sudah sering turun dan membasahi relung hati yang kemarau. #tsssaaah

Ketika senggang dari kegiatan-kegiatan produktif sudah selesai kita tunaikan, tidak ada salahnya kita bermain games atau permainan. Tidak perlu konsol game termahal terbaru, macam PS4 atau XBox tapi cukup ponsel Android saja sebagai sarananya.

Kali ini yang akan saya review adalah game Sim City Build It. Game ini merupakan game bergenre strategy yang cukup legendaris. Game Sim City sendiri sudah banyak rupa dan peruntukan konsolnya, sebut saja Simcity 3000, Sim City 3, dan Sim City 4.

Sebelum memainkan game ini, pastikan yang pertama, Anda harus punya ponsel android 😂 (yaiyalah) lalu berikutnya pastikan game sudah terunduh ke ponsel. Tinggal lakukan pencarian saja di Google Playstore dengan mengetikkan “Sim City Build It”.

Ukuran file game sendiri ketika diunduh “hanya” sebesar 81MB dan ketika sudah dimainkan, ukuran total di memori ponsel akan memakan sekitar 125MB. Oh ya, ukuran aplikasi di Playstore akan bervariasi tergantung tipe ponselnya. Ukuran di atas berdasarkan pengamatan di ponsel Xiaomi Redmi 2. 😸

Di game ini, sama seperti di franchise The Sims lainnya, kita akan disuguhkan mata uang bernama Simoleons. Mata uang tersebut berfungsi sebagai alat tukar beragam transaksi, mulai dari penjualan, pembelian, dan upgrade. Selain itu juga ada cash yang berfungsi sebagai mata uang sekunder. Fungsi cash sendiri lebih kepada pendukung seperti men-skip waktu tunggu produksi, dll.

image

Tampilan Sim City Build It

Situasi di “dunia” game ini dibuat serealistis mungkin. Ada siang dan malam. Ada juga lalu lintas. Secara keseluruhan game ini bertujuan untuk membangun sebuah kota dari yang semula kecil menjadi kota yang megah nan spektakuler. Tentu ketika membangun sebuah kota, tantangannya sangat banyak, mulai menjaga pasokan listrik, pasokan air, manajemen limbah WC, dsb. Jika pengelolaan kita baik, maka warga kota akan senang. Di game ini, happiness index adalah indikator kesuksesan. Semakin tinggi persentasenya, maka pembangunan akan lancar. Di setiap progress pembangunan, yang ditandai oleh bertambahnya jumlah penduduk, akan ada level baru untuk dihadapi dengan segala tantangannya.

image

Sedikit cerita, saya “bercita-cita” membangun kota bernama Tumaritis Hills. Nama ini saya pilih karena mengingatkan pada cerita Petruk-Gareng di manga komik Tatang S.

Tantangan yang saya rasakan, ketika kita “gelap mata” hanya fokus membangun rumah tanpa fasilitas, maka akan ada chaos. Ketika salah urus, maka akan ada trickle down effect alias efek berantai. Ya, game ini menuntut pemikiran dan idealisme yang tinggi, setidaknya begitu.

Untuk sisi visual, game ini cukup segar di mata dengan grafik yang halus. Layout bisa digeser sesuka hati. Bisa kita geser-geser sesuai keinginan.

image

image

image

Dari sekian banyak kelebihan yang ditawarkan, setidakanya ada kekurangan yang saya amati, yakni game ini harus terkoneksi ke internet sehingga cukup menguras baterai. Namun sebenarnya bisa dimainkan tanpa internet dan di-sync belakangan, namun kita akan kehilangan fitur Global Trade yang merupakan fitur jual-beli item dari pemain di seluruh dunia.

Selain itu, game ini juga rawan menyita waktu produktif kita, terutama yang terobsesi ingin menjadi walikota.hehe

Ayo, siapa yang (sedang) main game ini juga?

😅😅😅😅😅

Powered by WordPress for Android

Iklan

11 pemikiran pada “Review Game SimCity Build It

    • Luas kota secara gradual akan bertambah seiring kenaikan level game dan ya, lahan itu tetap harus dibeli atau dibarter dengan item tertentu.

      Silakan dicoba, mas, asyik buat menumpahkan idealisme pembangunan.hehe

  1. Aku nunggu dapet wifi ah baru donlot. Huahahah! πŸ˜€ *fakir kuota*

    Sekarang sih maenan Sushi House, Criminal Case sama Get Rich doank. Iya, aku setia kok. Eh.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s