Review Jam Tangan SKMEI DG1080T

product_bigimg614440996678

SKMEI DG1080T – sumber: skmei.com

Meskipun hampir seluruh kebutuhan atau utilitas sehari-hari sudah bisa dicover oleh gadget, namun beberapa hal nampak kurang “sreg” jika hanya menggunakan gadget. Contohnya adalah jam tangan. Secara fungsi, jam tangan adalah penunjuk waktu ketika beraktifitas. Jam tangan tentu lebih praktis ketika digunakan untuk melihat waktu dalam beberapa kegiatan ketimbang harus membuka gadget, misalnya ketika berkendara atau berjalan.

Produk jam tangan juga memiliki ragam brand dan harga. Mulai dari yang harganya bisa setara harga mobil 1500cc atau bahkan ada juga yang harganya sama dengan harga satu porsi di warung makan. Semua tentu berbanding lurus dengan kualitas dan fitur yang dibenamkan.

Singkat cerita, karena jam tangan lama saya yang murah meriah sudah sakit-sakitan ditambah dengan mobilitas saya yang tinggi (cieee), maka saya sepertinya membutuhkan jam tangan baru. Tentu jam tangan pengganti yang saya cari bukanlah yang seharga mobil atau yang mahal lainnya, tapi sebisa mungkin yang murah meriah. Meski murah meriah tetapi  harus ada fitur yang semaksimal mungkin. Maklum, ruh mahasiswanya masih kuat.hehe

Setelah browsing sana-sini, akhirnya saya penasaran dengan satu merk yakni SKMEI. Produk asal negeri tirai bambu ini cukup “menjanjikan” dari segi harga dan fitur. Pada akhirnya setelah mencari tipe apa yang cocok, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada model SKMEI DG1080T Black-Black.

OK, kita kupas produk yang satu ini.

Fisik

picsart_12-05-07.12.25.jpg

Terlihat murah, kan? *padahal emang murah*

Orang Jawa punya ungkapan, ono rego ono rupo, which is translated into Indonesian: “Ada harga ada rupa”. Tampilan memang mencerminkan jam tangan yang harganya biasa aja. Istilah yang sopan untuk kata “murahan”. Maklum secara desain dan warna, terutama warna silvernya kurang mencerminkan unsur luxurious alias kemewahan.

Untuk diameter jam SKMEI DG1080T ini sepertinya berukuran 45 mm. CMIIW

Fitur Unggulan

Secara tipe, SKMEI DG1080T ini bertipe digital. Varian yang saya pilih adalah black-black. Maksudnya adalah warna dominan di lingkar jamnya adalah hitam. Selain itu, bagian display juga berwarna hitam namun angka digitalnya berwana putih silver.

Secara fitur, jam yang saya tebus seharga Rp85.900 (nanggung banget, ya? hehe) memiliki fitur unggulan yakni termometer alias penunjuk suhu. Fitur termometer inilah yang menjadikan saya memilih tipe SKMEI DG1080T. Maklum anak Geografi, seneng ngukur yang dingin-dingin. (apa hubungannya coba?)

picsart_12-05-07.07.36.jpg

Setelah produk saya terima, yang pertama kali saya coba adalah seberapa peka apa (uhuk…peka) termometer ini mengukur suhu. Berhubung saya tidak punya termometer pembanding, maka saya menggunakan metode yang agak nyeleneh…

Jam digantung di bibir AC!

Saya set suhu AC ke angka terendah 16°C. Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, yang terbaca di display jam adalah angka 18°C.

Tidak begitu buruk simpangannya.

Ketika jam diturunkan dari AC dan saya pakai di tangan, suhu langsung menyesuaikan menjadi sekitar 20°C. Hal ini sangat maklum karena pembacaan suhu ruang akan terdistorsi dengan suhu tubuh bagian pergelangan tangan.

Namun yang cukup baik adalah kecepatan penyesuaian membaca suhu. Tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan tadi. Saya memang tidak mencatat dengan rinci. Kurang lebih 1-2 menit, display suhu sudah berubah.

Oh ya, pembacaan suhu, ada pilihan satuan Celcius dan juga Fahrenheit.

Fitur Lain

Selain fungsi termometer tadi, selebihnya adalah fitur display tanggal,  bulan, hari, alarm, dan stopwatch. Semua fitur bisa diotak-atik melalui 3 tombol dial yang ada di sekujur jam. Untuk satu tombol dial, didedikasikan untuk light alias lampu iluminasi.

Fitur utamanya, yakni display jam (yaiyalah) menampilkan jam  – menit – detik. Mungkin yang unggul adalah adanya pilihan display 24hours atau AM-PM.

Anti Air Gak, Bro?

wp-1449479427198.jpeg

Di casing belakang, ada tulisan water resistant 5 atm

 

Nah, produk ini diklaim anti air alias water resistant 5 ATM. Jujur, saya masih belum bisa membuktikan. Saya “malas bertaruh” sih karena faktor ono rego ono rupo tadi. Tapi mungkin suatu saat akan saya update setelah hujan-hujanan.hehe.

FYI, di casing belakang, tulisan SKMEI dll dicetak langsung alias gak polos dan juga ada stiker hologram “QC Pass”. Cukup menarik jika ditilik dari sudut pandang industri. Adanya QC atau Quality Control Pass menandakan ada standar QC yang diberikan oleh pabrikan atas produknya. Semoga saja kualitasnya baik. Sebaik kamu. #eh #kamuterlalubaikbuataku

BAB 5 Kesimpulan

Rasa penasaran atas harga miring lah yang menjadi alasan saya memilih jam ini. Selain itu fitur termometernya setidaknya menjadikan jam ini tidak begitu serupa dengan jam yang seharga duapuluhribuan. Jadi, masih ada gengsinya sedikit. Jika ingin memiliki jam outdoor sekelas Suunto atau Protrek, setidaknya jam ini bisa jadi “penghibur” jika memang masih belum sanggup beli.hehe.

UPDATE 31 Maret 2016

Sampai dengan 31 Maret 2016, jam tangan SKMEI DG1080T ini menunjukkan performa water resistant dengan baik. Sudah saya pakai untuk hujan-hujanan, wudhu, mandi, hingga cuci motor. Tidak ada gejala berembun.

Adapun untuk fisik, sejauh ini kacanya ternyata mudah meninggalkan luka gores. Jadi hati-hati ketika kaca jam melakukan kontak dengan benda lain (misal ketika ditaruh di dalam tas, dll).

Iklan

28 pemikiran pada “Review Jam Tangan SKMEI DG1080T

  1. Dari sini saya belajar satu hal: kesimpulan itu hampir pasti, selalu bab lima :haha.
    Menurut saya, jam ini sudah cukup banget sebagai sebuah penunjuk waktu dan penunjuk suhu–ketimbang bawa termometer portabel, kan :hehe. Harganya juga lumayan sih, sekarang saya tinggal menanti–apakah benda ini tahan lama? Ngomong-ngomong sudah berapa lama jam ini mendampingimu? :haha.

    • sebenernya ada juga yg versi pedometer (pengukur langkah kaki), cuma karena saya bukan pejalan kaki yg baik, jadinya beli yg termometer aja

      baru seminggu sih, mudah-mudahan awet ya, jangan doain cepet rusak ya, bang gara 🙏🙏🙏😸

    • Ooh ada versi pedometernya. Doh pengen dua-duanyaa.
      Iya, mudahan tahan lama jadi saya juga bisa ikutan beli. Tapi kalau rusak, up date di sini, ya :hehe.

  2. Ping balik: Main Air di Curug Kembar Bogor | ardiologi

  3. ada tampilan tanggal standby gak ?
    atau kudu di pencet dulu baru tampil ?
    soalnya sudah beli (masih di JNE sekarang) baru nyadar nggak ada tampilan tanggalnya.. T.T

  4. Rekomended nih gan udah ane tes masuk freezer aman-aman aja, cuma emang pengatur suhu kurang akurat, dari material casing juga oke

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s