Bonus Demografi

20140921023334856

sumber: beritasatu.com

Belakangan ini, di linimasa saya sangat marak dengan segala dagangan yang berbau “pendayagunaan anak muda di sektor percintaan”, sebut saja seminar pranikah, seminar motivasi tentang cinta, dll.

Seminar-seminar tersebut, secara subtansi dan tujuan memang mulia, agar sumber daya jomblo di NKRI menjadi bibit unggul yang siap bersaing di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Tapi di balik itu, sebenarnya kaum muda, yang juga jomblo itu, sedang dikapitalisasi oleh pasar.

Sebagaimana Hukum ekonomi paling mendasar adalah adanya hukum penawaran dan permintaan. Dan kini “pasar” sedang bergeliat atas maraknya kaum muda dan sekaligus jomblo tadi. Dari sini diduga Indonesia sedang menikmati persaingan pasar akibat bonus demografi. Bonus demografi adalah keadaan dimana suatu negara memiliki penduduk dengan usia produktif yang banyak. Bukan seperti negara lain, misal Jepang, yang justru berpredikat aging nation (negeri yang menua) alias negara yang penduduk usia produktifnya makin berkurang.

Apakah salah? Tentu saja tidak. Justru bisa jadi peluang pasar yang potensial. Prospektif dan bisa dapat bonus kapal pesiar. Menyikapi peluang tersebut, kira-kira ide apa yang bisa diakomodir agar bisa memanen bonus demografi ini? Ada bersedia beri masukan?

Iklan

20 pemikiran pada “Bonus Demografi

  1. Woh, bonus demografi… berhubung sekarang “bonus” itu rata-rata masih dalam usia sekolah, saya rasa pendidikan kali ya yang harus diutamakan, bagaimana menyiapkan anak-anak ini agar bisa jadi manusia Indonesia berkualitas yang mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia. Semacam investasi begitu sih… memperbaiki kualitas pendidikan, merangsang anak-anak buat aktif mengajukan ide, semacam itulah :hihi.

  2. SAya sih mikirnya mendayagunakan anak-anak muda untuk diwajibkan rutin ngajar anak-anak SD. Jadi waktu anak-anak mudanya nggak habis dengan nongkrong atau sibuk dengan tugas sekolah, tapi punya peran juga buat orang lain, terutama generasi yang lebih muda. Kalo nggak salah pernah ada program semacem ini di Amerika atau dimana ya lupa, dimana ada program untuk bekerja dengan sifat sosial di luar sekolah selama periode tertentu (semacam magang selama beberapa minggu) untuk anak-anak SMA, dan tempat kerjanya ini panti asuhan, panti jompo, rumah sakit, dan sebagainya. Jadi manfaatin anak muda untuk mengembangkan dirinya sekaligus diri orang-orang lain kali ya

    • kalo di AS itu mungkin sejenis summer camp kali ya? kegiatan yg dilakukan pas libur musim panas

      kalau mendayagunakan anak muda untuk kembali ke masyarakat, saya rasa sedang booming, terutama di kalangan mahasiswa, ya walaupun ada yg sebatas kegiatan jangka pendek (cenderung seremonial) tapi gak sedikit juga yg jangka panjang

  3. Atuhlah, Mas, buat saya mah ya negara ini baru bisa “benar-benar dibenahi” kalau segi pendidikan sudah “benar-benar benar”. Masalahnya, sistem yang ada sekadang mayoritasnya masih menggunakan versi lama orang-orang zaman dulu yang ndak luwes sama sekali. Nah, banyaknya anak muda di era post-modern ini mestinya lebih banyak mempertanyakan hal-hal macam demikian. Gimana biar bisa mengubah sistem itu sendiri, bukan kebanyakan mikirin mantan dan jadi susah move on. Eh.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s