Pernyataan Sikap tentang THR

screenshot_2016-06-22-17-50-09_com.instagram.android_1466941541449.jpg

THR | sumber: iwan banaran

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah sebuah jebakan. Sejenis lumpur hidup ataupun pasir hisap. Salah bergerak, malah semakin tenggelam. Hal itu terjadi jika memaknai THR sebagai pelengkap semata. Alih-alih menganggap THR sebagai gaji bulan ke-13 dan mengalokasikannya dalam skema beban bulanan (ngomong opo tho, lek?), tidak sedikit menjadikan THR hanya sebagai uang sudi mampir alias alat pemenuh keinginan semata. Bahasa kerennya menambah hasrat konsumtif.

Menyikapi fenomena seperti itu, saya yang bukan siapa-siapa ini, mencoba memberiken pernyataan sikap mengenai mampirnya THR ke rekening istri pribadi dan terkait hal-hal stratejik lainnya.

1. Tabungan adalah kunci

Mau cepet akad nikah resepsi? Nabung! Begitulah petuah para kaum post-jomblo ataupun mereka yang sok-sokan kasih saran tapi masih jomblo. Dengan adanya tabungan yang bersumber dari THR, maka akan ada tabungan ekstra. Tabungan ekstra berarti ada akselerasi.

2. Perbaiki alat produksi

Alat produksi adalah alat untuk mendukung produktivitas harian, misal kendaraan bermotor. Misal jika sehari-hari menggunakan motor dan alokasi biaya perawatan tiap bulannya terbatas, maka dengan THR bisa ada alokasi ekstra. Dengan kata lain, ada kesempatan untuk memperbaiki lebih banyak dan lebih baik. Lagi pula kasian itu motor, mesti diajak jajan sesekali, biar ga lelah menghadapi hidup kemacetan.

Contoh alat produksi lainnya tentu bisa bermacam-macam. Tapi tentu saja jika ponsel kita masih bagus dan mumpuni untuk komunikasi sehari-hari ke calon orang lain, ya tidak perlu memaksakan diri upgrade ke ponsel yang logonya buah kegigit.heuheu.

3. Bahagiakan orang tua

Pernah kasih hadiah terbaik ke teman atau sahabat? Mengapa tidak lakukan hal demikian juga kepada orang tua. Sebagai tanda bakti dan perhatian. Bisa apa saja yang menyenangkan, syukur-syukur setoran awal haji. (Amiin). Siapa tahu abis itu langsung minta mantu. #eh

4. Maksimalkan ZISWAF

Bagi umat Islam, ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf) adalah subtansi yang tidak bisa ditinggalkan. Zakat adalah wajib dan ada bermacam zakat sesuai ketentuannya. Zakat tentu harus ditunaikan. Lalu bagaimana dengan Infaq/Sedekah/Wakaf? Tentu harus dimaksimalkan. Saat ini bayar ZISWAF sudah sangat mudah, terlebih bisa online dan mobile.

Demikian pernyataan sikap ini saya buat. Sekian dan terima gajih kasih.

Iklan

17 pemikiran pada “Pernyataan Sikap tentang THR

  1. Sayangnya di Indonesia dan riset saya 6 tahun di dunia industri,hampir gak ada sisanya tuh yang dapet THR bahkan ada yg memfungsikan sebagai jaminan bayar hutang (mengenaskan),untuk masalah point terakhir menurut saya itu harus langsung dipotong setiap kita dapet penghasilan,gak harus nunggu thr,misal dapet 9 juta ya berarti 225k jadi hak orang lain yang membutuhkan…

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s