Berlebarankah Beliau?


Ketupat Lebaran | dok.pribadi

Setiap tahunnya, saya dan keluarga selalu melaksanakan salat idulfitri di Masjid Azzikra yang berada di kawasan Sentul City, Bogor. Alasannya selain karena suasananya nyaman, akses menuju lokasi pun relatif mudah. Cukup bermodal bayar tol yang tarifnya cuma Rp2500 (goceng pulang pergi), sudah bisa sampai.

Masjid yang diasuh oleh Ustadz Arifin Ilham ini tidak pernah sepi pengunjung. Pagi ini, gegap gempita jamaah salat idulfitri terasa sekali. Suasana pun syahdu ketika suara bariton jamaah yang melantunkan kalimat takbir begitu menyejukkan hati.

Setelah salat idulfitri 2 rakaat, dilanjutkan khutbah.  Pagi ini, tema khutbah tentang rasa percaya, rasa peduli, dan jiwa pemaaf. Kontekstualisasi tema tersebut didapat dari atsar atau kisah dari sahabat Rasulullah Saw.

Selesai salat dan khutbah, jamaah membubarkan diri. Sebagian bangkit melaksanakan salat dhuha, sebagian lain sibuk salam-salaman terlebih pagi ini oom Prabowo Subianto hadir di Masjid Azzikra Sentul sehingga banyak yang ingin say hi dengan oom Prabowski. Di sudut lain, suasana haru juga meliputi masjid. Banyak jamaah yang bermaaf-maafan dengan keluarga.

Saya memilih undur sejenak dari tengah ke tepi masjid dan memandang jauh ke selatan yang berhadapan langsung dengan Gunung Salak yang gagah. Sambil memandang kamu Gunung Salak, saya pun silih berganti membaca broadcast ucapan selamat idulfitri yang berduyun-duyun masuk ke ponsel.

Setelah selesai stalking doi memandang gunung dan membaca pesan masuk, saya beranjak pulang. Suasana haru dan syahdu masih meliputi seantero masjid. Magis.

Ketika hendak menyusuri tangga turun, pandangan saya tertuju pada seorang laki-laki yang duduk di pojok belakang sisi selatan masjid. Di sebelahnya tampak tas bermuatan penuh. Jika boleh berprasangka, laki-laki ini sepertinya peserta itikaf yang belum sempat pulang. Atau memang tidak pulang.

Saya berjalan sambil sesekali memandang laki-laki tersebut. Beliau menyapu pandang ke seluruh masjid. Menyapu ke seluruh jamaah masjid yang bersuka cita bercengkerama dengan keluarga.

Ketika pandangannya beradu dengan saya, lekas saya mengalihkan pandangan.

Lalu saya merenung.

Anda tahu apa yang saya renungkan? Renungan itulah yang saya bawa pulang, terlebih ketika saya menatap mata ibu dan bapak sendiri.
**

Iklan

10 pemikiran pada “Berlebarankah Beliau?

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s