Kutip di Akhir

Jujur, paling enak membuka tulisan dengan kutipan lirik lagu. Tapi itu urung saya lakukan. Alasannya adalah terlalu “kode”. Sebaris lirik lagu bisa terlalu mewakili apa yang sedang dirasakan oleh si penulis.

Mirip orang-orang yang caper alias cari perhatian di Path atau BBM yang “listening to“-nya di-publish ke publik.

Lagipula satu lagu kadang kurang mewakili. Dua lagu juga kadang kurang.

Tapi kalau lebih dari itu, pasti dikira sedang promosi album orang.

Lantas harus bagaimana?

Tidak perlu dikutip di awal, cukup di akhir saja. Seperti yang akan saya lakukan di paragraf setelah ini. Lagu yang memang cukup syahdu dan saya suka kamu.

“Badai puan telah berlalu, salahkah ku menuntut mesra?

Tiap taufan menyerang, ku di sampingmu…

Kau aman ada bersamaku…

Selamanya, sampai kita tua, sampai jadi debu…

Ku di liang yang satu…

Ku di sebelahmu…”

 Banda Neira – Sampai Jadi Debu

Iklan

26 pemikiran pada “Kutip di Akhir

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s