Balada Karcis Parkir

rambu-arah1-small

sumber: posparkir.com

Sudah seperti kewajiban jika pulang kantor, saya akan mampir ke sebuah warung makan yang tidak begitu jauh dari kampus UIN Jakarta. Jaraknya relatif dekat. Mungkin sekitar 3 km yang harus ditempuh. Meski banyak warung makan yang lebih dekat, warung yang satu ini masih punya pesona sendiri

Harga dan rasa.

Singkat cerita, tandas lah satu menu nasi dengan lauk pauknya. Langit makin gelap. Pengendara sudah mulai menyalakan lampu kendaraan. Lampu jalan sudah kompak terang benderang.

Dan adzan berkumandang.

Lagi-lagi, favorit saya setelah makan di warung tadi adalah shalat maghrib di masjid seberang kampus UIN Jakarta. Sempit tidak, megah pun tidak. Entahlah, sesuatu yang difavoritkan kadang datang tanpa penjelasan. Penjelasan objektif.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke masjid ini. Dari warung makan tadi disertai meliuk-liuk di gang sempit, saya bisa sampai ke parkiran motor dengan relatif cepat. Kini parkiran masjid ini semakin modern. Sudah pakai mesin pencetak karcis dan palang otomatis. Tekan tombol dan karcis pun keluar.

Shalat maghrib berlangsung lebih cepat. Tidak seperti maghrib-maghrib sebelumnya. Pilihan surat yang dibaca adalah surat-surat pendek. Jamaah penuh. Tunduk dan sujud dalam barisan kokoh. Tua-muda. Dosen-mahasiswa. Tidak ada sekat pembeda.

Selesai shalat maghrib, karena disertai rasa penasaran untuk membaca sebuah buku yang baru dibeli, saya bergegas kembali ke tempat parkir.

Jaket sudah melekat di badan.

Kunci motor sudah menempel di lubang kunci.

Geser-geser buritan motor agar bisa keluar menuju loket pembayaran. Seketika itu pula, saya baru sadar.

Karcis saya hilang.

Ini adalah kali kedua saya kehilangan karcis di tempat ini. Di kejadian pertama, saya berhasil menemukannya di kolong motor. Tapi tidak di kejadian kedua. Karcis hilang. Tidak pernah diketemukan. Setelah maju ke loket pembayaran, maksud kehilangan disampaikan. Ada denda. Tidak mahal memang tapi ini jelas sebuah pertanda.

Abang makin teledor aja, dek.


NB: Selamat Hari Blogger Nasional 2016. Tetap menulis, tetap bahagia. 😀

Iklan

14 pemikiran pada “Balada Karcis Parkir

  1. Hai hai, senang sekali lari-lari di blog ini, ada banyak tulisan lucu yang bisa dinikmati hehe
    Terima kasih sudah mampir dan follow blogku 🙂 salam kenal dan mari berteman hehehe

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s