Kado

096471600_1434171785-chairil_anwar

sumber: liputan6.com

Pernah membaca puisi derai-derai cemara milik Chairil Anwar? Atau pun mendengarkan versi musikalisasi puisinya yang dibawakan banyak orang?

Mungkin saya yang termasuk “terlambat” untuk tahu puisi itu. Dan setelah tahu, saya “menyesal” pernah mengetahuinya.

Sebuah puisi yang mungkin bisa diterjemahkan sebagai pesan kematian si penulisnya, Chairil Anwar. Puisi ini dibuat tahun 1949. Di tahun yang sama dimana Chairil Anwar wafat.

Sayangnya saya tidak terlalu ahli dalam urusan menginterpretasi karya sastra. Bisa saja anggapan saya keliru. Puisi derai-derai cemara bukan semata pesan kematian tapi pesan kehidupan. Saya rasa ini ada benarnya.

Di salah satu baitnya, Chairil Anwar menulis:

Hidup hanya menunda kekalahan…

Tambah terasing dari cinta sekolah rendah…

Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan…

Sebelum pada akhirnya kita menyerah…

Dan di november ini, di usia yang semakin menipis, puisi ini terus berdengung di kepala seolah menjadi kado ulang tahun.

**

Simak musikalisasi syahdu puisi derai-derai cemara yang dibawakan Banda Neira:

 

Iklan

7 pemikiran pada “Kado

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s