Alpha, Beta, & Kopi Sidikalang (plus susu)

image

trust | sumber: flickr.com

Kopi Sidikalang plus susu yang saya minum malam ini setidaknya memberikan sebuah ide cerita.

Begini ceritanya:

Sebut saja Alpha dan Beta, dua tokoh utama dalam cerita. Alpha dan Beta adalah dua orang yang berbeda karakteristik. Alpha selalu diam. Beta sulit sekali diam.

Ketidaknyambungan mereka dalam urusan karakter setidaknya menjadi kunci kepaduan mereka. Mereka terikat dalam prinsip menerima dan memaklumi satu sama lain. Alpha harus siap diberisiki dan Beta harus siap jika diminta diam.

Ini berjalan mulus. Mereka membangun kepercayaan sebagai kawan karib.

Suatu hari, Beta membeli sebutir telur. Entah karena tabiatnya yang berisik, Alpha jadi tahu kalo Beta punya sebutir telur.

Suatu ketika, Alpha dititipi sebutir telur tersebut.

Nenek-nenek pake CBR250RR sambil angkat roda depan juga pasti tahu kalo dititipi telur ya harus dijaga agar tidak hilang atau pecah.

Tapi Alpha tidak melakukannya. Alih-alih menjaga dengan baik telur titipan itu, Alpha malah memecahkannya. Sepertinya sengaja. Ya, sengaja. Di depan mata Beta.

Beta sepertinya kecewa.

Alpha meminta maaf.

Beta mengiyakan maaf tersebut.

Meng-i-ya-kan.

Alpha sadar baru saja mengecewakan Beta.

Alpha khawatir tidak lagi dipercaya oleh Beta.

Alpha kebingungan.

Dan Alpha butuh minum kopi Sidikalang plus susu lagi agar bisa melanjutkan cerita ini.
**

Iklan

8 pemikiran pada “Alpha, Beta, & Kopi Sidikalang (plus susu)

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s