Pesan Moral Pangkas Rambut

3

sumber: kaskus

Salah satu hal yang paling kontemplatif adalah ketika berada di kursi tukang pangkas rambut. Bayangkan di depanmu ada cermin besar dan selama beberapa menit, kamu hanya menatap lurus ke depan. Ke arah cermin beradu pandang menatap bayangan sendiri dan menyadari betapa tampannya dirimu.

Selama beberapa menit itu pula, rasanya semua perjalanan hidup bisa direka ulang dalam pikiran. Mengingat dulu ketika duduk di kursi pangkas rambut masih menggunakan tatakan papan karena masih anak-anak tapi kini bahkan si tukang pangkas harus berjinjit-jinjit. Atau mengingat dulu betapa tirus pipi tapi kini seperti berubah jadi seperti sekarung gabah.

Hidup memang begitu. Seperti aktivitas tukang pangkas rambut, tidak ada tombol undo atau CTRL+Z. Jadi kalau potongnya amburadul, hanya bisa dirapihkan dan tidak bisa diulang. Mari seperti tukang pangkas rambut: mengkonsep sejak awal. Tidak sporadis.

Sederhananya: katakan dan lakukan!

#eh

Iklan

17 pemikiran pada “Pesan Moral Pangkas Rambut

  1. Dulu memotong rambut jadi kegiatan yang paling saya takuti. Eh sekarang juga kadang masih suka malas sih, akhirnya suka ditegur atasan karena rambut panjang, haha. Tapi saya mau coba ah berkontemplasi sebagaimana diamanatkan oleh tulisan ini, ya kali-kali aja dapat pencerahan soal bentuk muka (yang sepertinya harus dikurangi lemaknya). Kalau tak dapat pencerahan minimal dapat ide buat postingan blog yang berikutnya, supaya bisa ikutan eksis, hehe.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s