Review Film Iqro: Petualangan Meraih Bintang (2017)

41ab4289a7cfc9be33ed0b76cd2d6e6b0ae364c4

sumber: film-iqro.com

[WARNING: Spoiler Alert]

Jujur, saya tergolong jarang menonton film bergenre film keluarga. Apalagi film Indonesia. Hehe. Bukan apa-apa. Bayangan saya, bioskop akan penuh anak-anak dan cenderung berisik. Ketika saya menonton Iqro: Petualangan Meraih Bintang, semua hal di atas terjadi.

Sebelumnya, mari kita bahas filmnya dulu.

Film Iqro sendiri adalah tipikal film keluarga. Mengangkat pesan yang kuat dan pesan tersebut dikemas dengan cara yang mutakhir. Secara umum, Iqro berkisah tentang Aqila (Aisha Nurra Datau) yang ingin membuat tugas sekolah tentang peneropongan pluto di Observatorium Bosscha, Bandung. Ia meminta tolong kepadanya Opa (Cok Simbara) yang menjadi kepala observatorium Bosccha untuk membantunya. Tapi Opa memberikan satu syarat: Aqila harus bisa mengaji.

Plot? Lumayan

Lagi-lagi ini adalah film keluarga. Targetnya adalah semua umur. Jadi jangan harapkan bangunan cerita yang rumit apalagi plot twist. Plot utama tentang Aqila yang ingin meneropong pluto. Dalam bangunan plot itu, dibangun cerita pendukung sampingan yang relevan. Misal kisah tentang Fauzi (Raihan Khan) dan keluarganya.

Bangunan konflik pihak antagonis juga dibangun sebagai cerita sampingan. Konflik tersebut adalah tentang pembangunan hotel di dekat Bosscha yang mengancam keberlangsungan pengamatan objek langit akibat polusi cahaya.

Apakah konflik tersebut berhubungan dengan cerita utama? Ya. Menurut saya, jahitannya cukup rapi sejak awal dan tetap ringan untuk ukuran film keluarga.

Yang berkesan dan sekaligus menjadi kekuatan utama film ini adalah cerita tentang aktivitas mengaji dan paling indah adalah ketika adegan lomba mengaji. Kapan lagi bisa mendengarkan tilawah Al-Qur’an dengan kualitas audio Dolby Surround. Ini secara pribadi adalah momen terbaik dalam film.

Sayangnya, ending-nya masih kurang greget untuk ukuran saya. Beberapa konklusi terlalu dialirkan paksa. Mungkin untuk keperluan durasi.

Pemeran

Tidak ada komplain untuk akting Cok Simbara. Juga untuk akting pemeran lain, baik Aqila, Fauzi, Kak Raudhah (Adithya Putri), Bang Codet (Mike Lucock), dll. Menurut saya yang agak kurang pas adalah akting Neno Warisman yang berperan sebagai Oma. Memang kenapa? Silakan tonton sendiri.hehe

Sinematografi

Ada beberapa adegan yang perpindahannya kasar. Selain itu, saya merasa banyak gambar misfokus. Saya awalnya menduga ada masalah dengan mata saya sendiri. Namun kemudian ternyata hal itu diamini oleh rekan saya yang sudah menonton. Ia juga merasa ada beberapa gambar misfokus. Selain itu, ada beberapa audio yang off-sync alias tidak sinkron dengan gambar. Tidak banyak tapi cukup terasa.

BOSSCHA! GAK NYANTAI!

Salah satu alasan saya menonton film ini adalah adanya visualisasi teleskop besar Bosscha. Oh ya, Observatorium Bosscha memiliki banyak teleskop berbagai ukuran. Tapi yang paling monumental adalah teleskop Zeiss yang dahsyat itu.

Sebagai mantan mahasiswa yang dulu pernah berkunjung ke Bosscha tapi gak bisa pengamatan dengan teleskop besar, film ini bisa jadi penghibur. #pukpukAnakGeo2010. Setelah menonton Iqro, saya jadi ingin ke Lembang lagi. Teleskop Zeiss itu memang gak nyantai!

Penutup

Film ini bukan yang terbaik tapi bukan film yang jelek. Pesan film tentang mengaji dan mengenalkan integrasi sains-agama di bidang astronomi cukup kuat terlepas dari kekurangan yang saya kupas di atas. Cocok untuk mengenalkan anak mengaji dan mengenalkan dunia astronomi.

Bonus

  • Film ini didedikasikan untuk almarhum KH As’ad Humam, penulis buku Iqro yang dijadikan standar bacaan mengaji anak-anak di Indonesia.
  • Setelah film selesai, ada extra scene setelah credit title. :p
  • Oh ya, menyambung paragraf paling awal, ketika menonton film ini Anda harus kuat melihat anak kecil berlarian dan berceloteh sepanjang film.
Iklan

7 pemikiran pada “Review Film Iqro: Petualangan Meraih Bintang (2017)

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s