Pengalaman Tes TOEFL ITP di Pusat Bahasa UIN Jakarta

3999725

sumber: memegenerator.es

Aloha netizen budiman, apa kabar? Kali ini saya akan membagikan pengalaman mengikuti tes bahasa Inggris yakni tes TOEFL ITP di Pusat Bahasa UIN Jakarta. Tujuan saya mengikuti tes TOEFL ITP ini adalah untuk “menantang” diri sendiri. Menantang disini maksudnya masih seberapa buruk kemampuan saya berbahasa Inggris.

Sejak lulus SMK di tahun 2010 (uhuk, masih muda), saya hanya baru sekali mengikuti tes bahasa secara formal yakni tes TOEIC. Itu pun tes yang dibayarin oleh sekolah. Setelah masuk kuliah, tes yang saya ikuti hanya tes TOEFL-like alias ujian yang mereplikasi format ujian TOEFL. Tujuan tes itu pun untuk pemetaan kemampuan saja dan syarat sidang wisuda kelak (jika skornya mencukupi).

Kini sudah hampir 7 tahun dan masih jomblo dan saya merasa harus mengetahui sejauh mana kemampuan saya berbahasa asing. Pucuk dicinta, kamu ulam pun tiba. Ketika berangkat kantor melewati Kampus 2 UIN Jakarta, ada spanduk yang berisi pengumuman bahwa Pusat Bahasa UIN Jakarta menyelenggarakan tes TOEFL ITP. Saya pun berhenti dan mencatat info pelaksanaan serta kontak person.

Oh ya, bagi yang belum tahu, TOEFL atau Test of English as Foreign Language adalah tes untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes yang patennya dimiliki oleh ets.org memiliki banyak format antara lain TOEFL iBT (Internet-Based Test) dan TOEFL ITP (Institutional Testing Program). Lalu ada juga tes TOEIC (Test of English for International Communication). Bedanya, TOEFL iBT mengukur semua kemampuan berbahasa mulai dari speaking, writing, reading, dan listening sedangkan TOEFL ITP tanpa speaking dan writing. Selain itu, TOEFL iBT memiliki biaya tes yang jauh lebih mahal ketimbang TOEFL ITP mengingat format tesnya yang jauh lebih kompleks.

Hasil tes TOEFL sendiri lazim digunakan sebagai prasyarat akademik. Adapun untuk TOEIC, setahu saya, lebih banyak dipakai di dunia kerja.

Cara Mendaftar

Kembali ke tes TOEFL ITP di Pusat Bahasa UIN Jakarta. Akhirnya saya berniat mendaftar untuk tes untuk tanggal 18 Februari lalu. Saya menghubungi kontak yang tertera dan menanyakan ketersediaan kuota peserta tes. Beruntung saat itu masih ada kuota.

Tidak lama, saya pun pergi mendaftar langsung di kantor Pusat Bahasa UIN Jakarta lalu menyerahkan mahar biaya pendaftaran tes TOEFL ITP sebesar Rp475.000 dan menyerahkan selembar fotokopi KTP. Setelah itu, saya diberikan selembar kuitansi pembayaran yang harus disimpan.

Untuk pantau jadwal tes TOEFL ITP di Pusat Bahasa UIN Jakarta, kamu bisa cek di pusatbahasa.uinjkt.ac.id.

Persiapan Jelang Hari H

Jujur, saya mendaftar tes hanya jelang 10 hari dari tanggal tes. Saya tidak melakukan persiapan khusus apa-apa. Sejak awal saya hanya menjadikan tes sebagai monitoring semata.

Tapi setelah sadar bahwa biaya tes Rp475.000 itu tidak sedikit, akhirnya saya memaksakan diri untuk belajar. Pola belajar instan yang saya lakukan antara lain:

  • Latihan reading menggunakan soal yang disediakan di web ets.org
  • Latihan simulasi listening di Youtube agar kuping terbiasa
  • Nonton channel TED di Youtube, sebuah channel yang berisi speech/pidato berbagai tema menarik dari berbagai orang di seluruh dunia
  • Latihan membulatkan lembar jawaban dengan pensil 2B :v

Sebuah pola latihan yang amat sangat tidak layak  dicontoh.hehe

D-Day

Sabtu, 18 Februari 2017 lalu  adalah hari tes. Tes dimulai pukul 09.00 WIB. Peserta tes dalam kesempatan tes tsb ternyata hanya dibatasi sekitar 20 orang. Sesuai instruksi, yang boleh dibawa ke kursi tes hanya pensil 2B, penghapus, dan rautan. Selain itu perlu disiapkan juga kartu identitas berlaku untuk verifikasi data peserta.

Ada dua pengawas dalam ruangan. Pengawas menyalakan perangkat audio untuk listening yang ternyata masih berupa mini compo. 😀 Untung saja kualitas audionya masih OK dan masih bisa dipertanggungjawabkan. Pengawas juga mempersilakan peserta tes untuk menyesuaikan volume audio jika terlalu keras atau terlalu pelan.

Lembar jawaban dibagikan dan kami mengisi sesuai panduan, mulai dari nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, dll.

Tidak lama, soal listening dimulai.

Sulit kah?

Iya,

Selain itu yang lebih sulit adalah untuk bisa seratus persen fokus pada audio. Saya sempat terdistraksi oleh banyak hal, mulai dari hujan yang turun, suara native speaker yang seperti orang menggerutu, dll termasuk terdistraksi oleh kamu, iya, kamu. #eh

Setelah 30 menit, listening selesai. Oh ya, listening terdiri dari tiga bagian. Mulai dari percakapan singkat, percakapan agak panjang, sampai percakapan panjaaaaaaang. hehe

Berlanjut ke structure session. Ini juga sama sulitnya. Perlu kecepatan yang tidak pelan untuk menjawab semua soal karena jika terlalu lama berkutat pada satu soal, maka akan tertinggal ke sesi berikutnya yakni reading passage.

Sesi ketiga berupa reading passage. Ini seperti soal Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia. Isinya wacana dan pertanyaan yang opsi jawabannya panjang. Di bagian ini, kecepatan membaca dan menjawab soal adalah koentji.

Perlu diingatkan, bahwa ketika sudah masuk sesi selanjutnya, kita dilarang untuk mengisi sesi sebelumnya. Misalnya saat itu waktunya untuk sesi ketiga, maka kita tidak diperbolehkan mundur mengerjakan sesi kedua.

Setelah 2 jam, tes pun selesai. Pengawas memberi tahu bahwa hasil bisa diambil setelah 7 hari kerja. Karena saya tes di hari Sabtu, 18 Februari, maka hasil bisa diambil mulai Selasa, 28 Februari.

Hasil?

Ini bagian yang tidak ingin saya tulis tapi demi kamu tidak lengkap jika tidak diceritakan. Selasa pagi, 28 Februari, sebelum berangkat ke kantor, saya sambangi kediaman kamu Pusat Bahasa UIN Jakarta. Saya menyerahkan kuitansi bukti bayar. Tidak lama hasil diberikan dalam amplop cokelat berisi tiga lembar berkas.

Hasilnya?

Alhamdulillah walaupun masih tergolong parah ternyata setelah hampir 7 tahun dari tes terakhir, kemampuan bahasa Inggris saya cuma segini. Pertanda harus belajar lebih giat.

Jadi, bagaimana pengalamanmu mengikuti tes TOEFL ITP?


NB:

  • Jadwal tes TOEFL se-Indonesia ternyata ada di website IIEF, silakan cari jadwal yang cocok di tautan berikut: http://iief.or.id/media.php?module=program&show=schedule
  • Untuk skor di bawah 500 hanya akan dapat 2 (dua) lembar berkas report sedangkan di atas 500 akan dapat berkas ketiga yakni certificate of achievement
Iklan

13 pemikiran pada “Pengalaman Tes TOEFL ITP di Pusat Bahasa UIN Jakarta

  1. Seumur-umur belum pernah tes toefl, padahal kayanya itu jadi syarat kelulusan kuliah nggak sih kak? *sok tau*
    Btw, selamat kak Ardi, ciye yang dapet amplop coklat tiga lembar ~
    Turut berbahagia! Semoga jadi keluarga yang samawa! #eehh

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s