Memastikan Tujuan

sumber: forbes.com

sumber: forbes.com

Saya ingin menceritakan hal yang sedikit “memalukan” dan baru saja terjadi pada kami tadi malam.

Kami, bergerombol enam orang, hendak bersilaturahmi ke kawan. Di antara kami tidak ada yang 100% ingat rumah tujuan sang kawan handai taulan. Semua hanya ingat gang terujung. Selebihnya kami menduga.

Kami tiba di sebuah rumah yang diyakini sebagai rumah si handai taulan. Ada dua orang di dalam rumah. Saya tidak kenal. Sisa rombongan pun sepertinya juga demikian. Dua penghuni rumah tadi diam. Kami juga diam.

Hening.

Dua penghuni rumah tadi keheranan. Kami juga keheranan. Sampai pada akhirnya, salah satu dari kami menelpon si handai taulan. Kami terbelalak mendengar suara di ujung telepon.

Kami salah rumah. Rumah si handai taulan sebenarnya ada di rumah sebelah. Kami undur diri sekaligus malu.

Ini baru sebatas salah masuk rumah.

Bagaimana jika salah masuk hati karena salah memastikan tujuan? #eaaa


diceritakan ulang dengan rasa tengsin menumpuk-numpuk

Iklan

11 pemikiran pada “Memastikan Tujuan

  1. kenapa tidak menelepon sebelumnya mas?

    Itu endingnya pertanyaan yg super eaaa banget dah

    • sebelumnya sudah kontak akan ke lokasi rumah sebenarnya tapi karena ke-sotoy-an rombongan, akhirnya jadi gitu.

      yah, mz, jangan fokus ke endingnya. πŸ˜€

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s