Review Beasts of The Southern Wild (2012)

Screenshot_2

Beasts of The Southern Wild adalah film garapan Benh Zeitlin tahun 2012. Menariknya, film ini mendapatkan 4 nominasi Oscar/Academy Awards. Tapi sayangnya film ini tidak muncul ke permukaan layaknya film box-office superhero atau yang lain.

PERINGATAN: Spoiler Alert

Saya ingin membuka dengan pernyataan bahwa Beasts of The Southern Wild adalah film dari ramuan sudut pandang ilmiah dan fantasi. Sudut pandang luasnya adalah isu lingkungan yang saintifik. Lalu, sudut pandang sempitnya adalah drama seorang anak bernama Hushpuppy (Quvenzhané Wallis) dengan fantasi layaknya seorang anak usia 6 tahun.

Dua pertemuan ini lah yang membuat film ini punya pesan kuat tapi tidak terlalu menggurui. Terutama menggurui di bagian saintifiknya.

Latar

Film ini berlatar di daerah fiksi bernama The Bathtub. Bathtub adalah bagian dari wilayah hilir yang sangat rawan dengan bencana banjir, terutama saat badai datang. Untuk menghindari dampak banjir yang lebih luas, pemerintah membangun tanggul/levee. Orang-orang Bathtub adalah orang yang hidup terpisah di luar batas tanggul dan yang pertama berhadapan langsung dengan bencana banjir.

Tapi mereka tidak menderita. Justru sebaliknya, komunitas Bathtub menikmati hidupnya meskipun ancaman sewaktu-waktu datang. Dalam latar Bathtub ini lah, bocah kecil bernama Hushpuppy mengisi durasi cerita.

Karakter

Tokoh utama di film ini adalah Hushpuppy dan ayahnya, Wink (Dwight Henry). Penokohan juga dikuatkan dengan tetangga-tetangga mereka di komunitas Bathtub. Menonton film ini, sudut pandang kita akan dituntun melalui sudut pandang Hushpuppy. Ia punya fantasi dan fantasi tersebut lah yang menjadi pesan moral untuk penonton film ini. Pesan moral tentang lingkungan. Juga pesan moral tentang hubungan anak dan ayah.

Musik

Satu hal yang saya suka dari film ini adalah music score-nya. Musik scoring yang khas dan adiktif. Memang di film diulang-ulang dengan beragam versi. Tapi hal itu yang membuat film ini semakin “hidup”.

Jika berkesempatan, silakan cari musik pengiring film ini di Youtube yang berjudul Once There Was a Hushpuppy (OST Beasts of The Southern Wild).

Kesimpulan

Jika anda hendak menonton ini di layar besar, pastikan anda tidak menderita vertigo. Banyak sekali pengambilan gambar secara handheld. Secara sinematografi tentu saja memiliki makna tersendiri dan penguat cerita. Tapi bagi penonton yang gampang pusing, tentu akan mengganggu.

Selain itu, jika anda orang yang tipikal tidak sabaran dalam menemukan premis sebuah film, mungkin film ini kurang cocok karena akan membosankan.

Tapi di luar kedua hal di atas, film ini sarat  isu lingkungan. Juga sarat pesan hubungan ayah dan anak. Hal yang tentu sangat relevan dan bermanfaat bagi saya.

OK, otw cari ibunya anak-anak. #eh

They gonna know, once there was a Hushpuppy, and she lived with her daddy in the Bathtub

Iklan

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s