Tentang Foto Hitam Putih

wp-1506931037677..jpeg

T E R K E P U N G  – dokumentasi pribadi

Bagi saya fotografi adalah cara untuk berbagi cerita kepada khalayak. Ada ungkapan bahwa satu foto bercerita ribuan kata. Dan foto hitam putih, menurut saya, adalah cara paling favorit berbagi cerita.

Setidaknya ada dua alasan kenapa saya senang dengan foto hitam putih:

1. Alasan Filosofis

Jika meminjam ungkapan Ted Grant,

“When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in Black and white, you photograph their souls!”

Ada benarnya juga, menurut saya. Foto hitam putih punya kesan tersendiri. Subjektif memang. Tapi bukan berarti saya anti dengan foto berwarna. Dengan hitam putih, saya bisa menegaskan ke audiens tentang cerita yang dikandung foto tersebut. Terlebih jika dikuatkan dengan deskripsi/narasi (caption) yang sebagaimana adanya.

wp-1506931037791..jpeg

Mz-mz sebelah kiri kurang percaya diri ketika akan naik kapal penyeberangan ke Pulau Panjang, Jepara. Akhirnya, dengan dibantu temannya, ia bisa naik ke atas kapal dengan selamat. – dok.pribadi

Lho, kok masih perlu caption? Bukannya satu foto bisa bercerita ribuan kata? Ya, betul, tapi dengan ditambah deskripsi, satu foto tidak hanya sekadar bercerita ribuan kata tapi menguatkan sejuta makna yang ada di dalamnya.

Walaupun kadang saya tidak selalu memasukan caption jika ceritanya sudah sangat kuat secara visual.

OK, itu alasan filosofisnya, terkesan melangit, ya? Mari masuk ke alasan nomor 2.

2. Alasan Teknis

OK, ini alasan terbaik. Harga memang tidak pernah bohong di dunia fotografi. Maksudnya, alat seharga X akan menghasilkan kualitas X. Ada istilah,

You buy peanut, you get monkey”

Lho, bukankah semua tergantung bakat atau kemampuan pemakainya? Itu tentu saja. Tapi asumsinya dengan kemampuan yang ada di satu level, jika menggunakan perlengkapan yang lebih baik (lebih baik umumnya lebih mahal), bisa menghasilkan hasil foto yang lebih bagus. Ibarat Valentino Rossi. Dia akan maksimal membalap motornya jika motor yang dipakai adalah Yamaha M1 ketimbang Yamaha Mio.

wp-1506931037953..jpeg

Tiga anak sedang bermain di muara Sungai Hitam, Bengkulu, saat sore hari. Foto ini adalah foto dengan subjek blur yang tidak disengaja. – dok. pribadi

Lalu, alasan teknis apakah yang dimaksud poin nomor 2 ini?

Jawabannya adalah hasil foto yang warnanya “bubar”. Bubar di sini maksudnya warna kulit terlalu kuning atau biru, warna subjek atau objek tidak sesuai dengan warna aslinya. Ini bisa terjadi akibat karakter kamera murah yang saya punya dan karakter lensa dalam memproduksi warna akhir di foto.

Selain itu, faktor noise atau bintik-bintik terlalu kasar di foto akibat memotret di lingkungan yang terlalu gelap juga jadi alasan. Ini juga bisa akibat lensa dan bodi kamera yang murah. Ketiga, foto yang blur akibat tidak disengaja juga kerap terjadi akibat autofokus yang lambat.

Tiga faktor di atas lah yang kadang saya siasati dengan “menghitamputihkan” foto yang saya ambil. Dengan begini, saya tidak terlalu menyita waktu menemukan setelan yang sempurna. Cukup fokus dengan mengejar momen tertentu yang belum tentu bisa diulang.

wp-1506931037472..jpeg
Kamsari (52), nelayan Pabean Ilir, Indramayu, Jawa Barat. Foto ini warna aslinya terlalu bluish atau kebiru-biruan

Demikian alasan saya tentang kenapa saya senang dengan foto hitam putih. Setidaknya ini untuk memberi jawaban ke kamu tentang kenapa saya suka mengunggah foto hitam putih. Tulisan ini bukan berarti saya adalah ahli ataupun tukang foto yang beromzet puluhan juta. Da saya mah cuma penghobi yang suka kamu memotret. Itu saja.

Jadi, genre foto seperti apa yang Anda sukai, guys?

Iklan

7 pemikiran pada “Tentang Foto Hitam Putih

  1. Suka foto saja sambil belajar sana-sini tentang bagaimana mengambil foto yang baik. Sejujurnya itu berarti tidak ada preferensi khusus sih, hehe. Yang penting bisa menjepret dan hasilnya menyenangkan diri sendiri. Itu saja sudah bisa membuat saya sangat bersyukur. Terima kasih buat tambahan ilmunya, Mas. Kapan-kapan akan saya coba menghitamputihkan satu-dua foto.

  2. Wah klo peralatan fotografi emang bikin kantong jebol gan klo mau yang wkwkw…. Semoga tetap bahagia dengan peralatan yang sekarang. Nanti klo udah mahir, biasanya ya ada aja rezeki yang bisa dibuat upgrade peralatan 😀

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s