[Review] Mata Lensa – Adek Berry

matalensa

sumber: Transmedia publishing

Perempuan. Ibu rumah tangga dengan 2 anak. Tugas liputan luar negeri ke negara konflik. Jurnalisfoto juga manusia. Empat premis itulah yang ingin saya gali ketika ingin membeli buku Mata Lensa dari Adek Berry. Penulisnya adalah seorang jurnalisfoto perempuan Indonesia yang saat ini bertugas di kantor berita AFP (Agence France-Presse), sebuah kantor berita asal Prancis.

Buku setebal 358++ yang ditulis dalam 8 bab ini sebenarnya lebih pas dibilang autobiografi. Awalnya saya tidak kenal dengan penulisnya. Bahkan saya tidak hafal foto “terbaiknya” yang mana. Tapi setelah membaca dan menelaah ternyata beberapa foto dari Adek Berry pernah saya lihat.

Jelas saja, beliau sudah memotret sejak akhir era orde baru.

Di buku ini diceritakan perkenalan runut penulis. Dari awalnya sebagai mahasiswi kedokteran gigi yang gagal, hingga lanjut ke menjadi mahasiswi pertanian, dan malah berakhir jadi jurnalis. Di bab awal kita akan menemukan kisah perkenalannya dengan dunia jurnalistik, hingga spesifik ke bidang jurnalisfoto.

Di bab pertengahan hingga akhir, diceritakan petualangannya bertugas meliput beberapa tempat misal, ke Afghanistan yang sarat konflik, banjir Pakistan, erupsi Merapi, evakuasi Sukhoi di Gunung Salak, dll.

Plus

Buku ini ditulis oleh jurnalis sehingga kenyamanan diksi dan kalimat terjamin. Kalimatnya lugas dan tegas walaupun kata panggil orang pertama yang digunakan adalah  “Aku”. Gaya penceritaannya pun bertutur ringan dan membuat kita penasaran dengan lanjutan di halaman-halaman berikutnya.

Minus

Saya kira buku ini akan memuat tips atau trik yang berkaitan dengan fotografi. Akan tetapi hal tersebut tidak saya temukan. Buku ini juga memuat banyak istilah asing dan khusus terutama istilah di dunia fotografi. Bagi orang awam atau tidak bersentuhan dengan dunia fotografi mungkin akan bingung (walaupun di akhir buku ada glosarium/daftar istilah).

Kesimpulan

Buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca jika Anda ingin mengetahui sudut pandang perempuan dalam dunia jurnalisfoto. Juga bagaimana seseorang mendapatkan keberuntungan dari yang awalnya bekerja di kantor berita lokal hingga akhirnya bisa menjadi jurnalisfoto kantor berita asing.

Tapi satu yang menggelitik adalah bahwa jurnalisfoto juga manusia, ia bisa tidur pulas seperti kayu.hehe

***

Iklan

2 pemikiran pada “[Review] Mata Lensa – Adek Berry

  1. Saya yakin begitu baca petualangannya sebagai jurnalisfoto, pasti langsung ngiri berat plus takjub-takjub sendiri. Liputan ke Afghanistan Bung! Jangankan mau foto, jalan-jalan ke daerah merah di sana mikir-mikir dulu

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s