Review The Commuter (2018)

mv5bnju1ntywmjiym15bml5banbnxkftztgwndezmje1ndm-_v1_sy1000_sx686_al_

The Commuter (2018) – sumber: Amazon

Peringatan: Ada Spoiler!

Setelah sebelumnya saya pernah mengulas tentang film berlatar kereta [Review] Murder on The Orion Express (2017), kali ini saya akan mengulas kembali film dengan latar yang sama. Film ini adalah The Commuter (2018), disutradarai oleh Jaume Collet-Sera dan dibintangi oleh aktor tua dan kharismatik, Liam Neeson.

Ya, itu lho yang jadi bapak-bapak overprotektif di film Taken.

234h0w.jpg

nggg.. anu, pak

Pak Liam Neeson yang makin berumur tampaknya sengaja dipilih untuk menguatkan karakter utam dan jalan cerita di film The Commuter ini. Ia berperan sebagai Michael MacCauley, berusia 60 tahun, bekerja sebagai agen asuransi di New York selama 10 tahun terakhir setelah pensiun jadi polisi. Ia kerja bolak-balik dari wilayah rumahnya ke kota New York naik kereta komuter.

Ya, semacam orang yang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta dan tinggal di daerah Citayem, Depok.

Perkenalan yang Terlalu Cepat

Film ini dimulai dengan beberapa repetisi adegan. Diulang 3 kali. Menampilkan aktivitas pagi di rumah jelang berangkat kerja. Juga aktivitas di sekitar stasiun. Penonton diajak (atau dipaksa) untuk memahami premis:

“Jadi ini tokoh utamanya ini orang yang kerja pulang-pergi naik kereta ya, guys”.

Setelah itu, konflik mulai dimasukken.

Jadi, Pak Michael ini dipecat dari kerjaannya sebagai agen asuransi akibat performa yang kurang baik. Di sisi lain, cicilan dan utangnya juga masih banyak. Ia pening. Di jam pulang, ia mampir ke warkop bar dan ketemu dengan teman lamanya ketika di kepolisian.

Tidak lama, sajian utama di kereta komuter dimulai. Lagi-lagi diawali keapesan berikutnya: Pak Michael yang kecopetan hapenya.

Apes banget lau, Pak.

Ngobrol dengan Orang Asing di Kereta Berbuah Petaka

Singkat cerita, Pak Michael duduk di kereta. Baca buku dan bisa tenang padahal abis kecopetan. Tiba-tiba ada orang asing, perempuan—lebih tepatnya mbak-mbak—ngajak Pak Michael ngobrol.

Mereka ngobrolin suatu tantangan dan karena penasaran dan ada tawaran uang sebesar US$100.000, Pak Michael setuju tantangan itu.

Persetujuan ini yang lantas menyeret Pak Michael ke plot konspirasi yang lebih besar seiring kereta melaju. Konspirasi tersebut dibalut dalam tantangan yang harus diselesaikan sebelum kereta tersebut berhenti di suatu stasiun.

Sinematografi

Di awal film, yang cukup berkesan adalah adegan hyperlapse yang keren. Pak Michael berjalan normal di koridor stasiun besar tapi orang lain bergerak dengan fast-forward. Ini keren.

Di bagian lain adalah penggunaan vertigo effect untuk mendukung efek kaget dan terkejut.

Untuk warna, film ini cenderung kontras biru-kuning. Standar film-film sih.

Karakter

Pesona Liam Neeson sebagai sosok ayah yang protektif di film Taken masih sulit hilang di sini. Terlebih ada kemiripan karakter, jika di film Taken sebagai pensiunan agen CIA, di film The Commuter, ia berperan sebagai pensiunan polisi. Peran Liam Neeson sangat sentral dan dominan sehingga karakter lain terasa tenggelam.

Untuk peran pendukung, sebagian besar cukup standar tapi ada yang cukup lebay adalah peran kondektur kereta. Humornya agak dipaksakan.

Epilog: Film untuk Mikir (?)

Walaupun banyak jalan cerita yang jumpalitan, setidaknya film ini masih bisa “selamat” dengan garis besar cerita yang menarik. Walaupun begitu, akhir filmnya juga tidak begitu menyenangkan.

Film ini paling tidak bisa menghibur Anda para pekerja yang menggunakan kereta Commuter Line dan suka tertahan masuk Stasiun Manggarai.

**

4 pemikiran pada “Review The Commuter (2018)

  1. Sempat kepikiran mau nonton film ini, cuma pas lihat skor IMDB nya kok kecil, akhirnya kemarin milih nonton yang lain 😀

    Kapan-kapan boleh dong ditambahin skor ulasannya mas, bintang berapa dari berapa gitu.
    Eh tapi itu dua bintang di bagian penutup tulisan, bukan skornya khan?

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s