[Review] Strawberry Generation: Tulisan Ringan yang Berat (atau Sebaliknya?)

Strawberry Generation

Strawberry Generation – sumber: rumahperubahan.co.id

Generasi milenial saat ini mirip buah stroberi: tampilannya indah, menarik, dan keren. Akan tetapi stroberi sangat rapuh, bahkan hanya sekadar disikat oleh bulu sikat gigi yang halus. Itulah premis utama dari buku dari Profesor Rhenald Kasali berjudul Strawberry Generation yang terbit pada 2017.

**

Buku yang saya beli di masa Harbolnas Gramedia yang amburadul ini memang tipikal buku Rhenald Kasali pada umumnya. Dimulai dari ulasan fenomena umum lalu dielaborasi menjadi ide-ide menarik. Pada judul ini, bahasan utama adalah seperti paragraf pertama, mengapa milenial itu sangat “rapuh”. Lantas siapa yang salah dan apa yang salah?

Salah Presiden Jokowi kah?

Esai-esai pendek

Dalam pengantarnya, Rhenald Kasali menyatakan bahwa tulisan di buku Strawberry Generation merupakan gabungan dari esai-esainya yang pernah dimuat sebelumnya di berbagai media. Esai-esai tersebut lalu dimuat dalam bab-bab yang sistematis. Buku ini tidak terlalu tebal, hanya memuat kurang dari 300 halaman. Setiap esai pun tidak terlalu panjang, hanya sekitar 3 sampai 4 halaman saja.

Menurut saya, membaca buku ini bisa dimulai dari bab mana saja secara acak. Tapi memang lebih “afdol” dibaca secara runut.

Dari buku ini, ada beberapa wacana atau istilah yang dilempar Rhenald Kasali dan menarik untuk kita pelajari, misal: driver vs passenger, guru kognitif vs guru kreatif, sistem di Indonesia vs sistem di Selandia Baru, dsb.

Selain itu, Rhenald Kasali juga mengambil contoh kasus dari sosok menarik di dunia, antara lain: Ignatius Ryan Tumiwa yang mengajukan legalisasi bunuh diri di Indonesia. Kemudian ada Vicki Abeles pembuat dokumenter “Race to Nowhere” yang menyoroti sistem pendidikan yang seperti panci bertekananm, dll.

Cocok dibaca siapa?

Buku ini membahas kaum milenial, tentu saja yang paling cocok membacanya adalah kaum milenial, terutama yang sudah jadi orang tua karena isunya yang kontemporer.

Lalu, kalau untuk milenial yang belum berkeluarga? Ya, cocok juga untuk bekal. (cc: kamu, iya, kamu). Banyak isu yang bisa dipelajari.

Terakhir, bagi yang suka kutip-kutipan isi buku, ada beberapa kutipan menarik dari buku ini:

If you want to, you’ll find a way,. If you don’t want to, you’ll find excuses.

Those who do not travel read only one chapter

Yes, I’ll find you and make you read the whole chapters. #eh

**

Satu pemikiran pada “[Review] Strawberry Generation: Tulisan Ringan yang Berat (atau Sebaliknya?)

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s