[Review] Si Doel The Movie (2018)

Si Doel The Movie  sumber instagram karnosfilm.jpg

Si Doel The Movie (2018) – sumber: @karnosfilm.id

Si Doel adalah salah satu sinetron favorit yang melegenda di Indonesia. Sinetron ini kemudian dibawa Rano Karno dan rombongan ke dalam versi layar lebar di tahun 2018. Premis yang dibawa masih seputar Doel-Sarah-Zaenab ditambah bumbu penyegar yang sangat ikonik: Bang Mandra.

Mohon maaf kalo review ini ada spoilernya, ya.

Si Doel Anak Amsterdam

Doel dan Bang Mandra (H. Mandra YS) diundang ke Belanda oleh Hans (Adam Jagwani). Alasannya saat itu karena ada keperluan untuk Tong Tong Fair. Tapi Doel yang ga pernah senyum itu menaruh kecurigaan, kenapa Hans mengundang secepat itu padahal festivalnya masih dua bulan lagi.

Ya, kecurigaan Doel benar. Di Belanda, ia bertemu (atau lebih tepatnya diketemukan) dengan Sarah (Cornelia Agatha) dan anak mereka berdua: Doel Jr. (Fahreyza Anugrah).

Lah, bukannya Doel nikah sama Zaenab (Maudy Koesnaedi)?

Iya, bener.

Kok bisa? Tonton aja ya, walaupun nanti penyampaian inti cerita ini agak kurang mulus di sepanjang film.hehe

Untuk latar lokasi, sebagian besar Si Doel The Movie ini mengambil latar di Belanda. Adegan di rumah Doel di Jakarta tidak terlalu banyak. Tapi adegan di rumah Doel tetap mengambil porsi penting karena tetap bagian dari  cerita dari Zaenab, Atun (Suti Karno) dan Mak Nyak (Aminah Cendrakasih).

Wajah Lama

Selain tokoh yang sudah disebutkan di atas, ada juga tokoh Koh Ahong (Salman Al Farisi). Tapi peran Koh Ahong sepertinya hanya sebagai say hello saja kepada penonton, tidak berpengaruh ke jalan cerita.

Pemeran-pemeran lama yang sudah berpulang, seperti Babeh (alm. Benyamin) dan Mas Karyo (alm. Basuki) masih tetap mendapat “tempat” di film ini.

Oh ya, oplet juga jadi cameo di film ini tapi dalam versi yang lebih kinclong.

Bagian bikin menggelitik adalah perihal “keadaan sekarang” pemeran yang main di film ini. Sebut saja Bang Mandra yang disebut Hans makin kurus.

Mandra dengan logat Betawi khas menjawab:

“Iya, kebanyakan makan ati”

Apakah ada hubungannya dengan musibah yang menimpa Bang Mandra di dunia nyata? Entahlah.

Juga ketika penonton melihat perubahan fisik Cornelia Agatha di film ini. Muncul dialog yang “mengaminkan” perubahan tersebut.

Bang Mandra: Penyelamat Film

Tanpa Bang Mandra, film ini akan sangat bikin ngantuk. Semua bagian komedi dibabat habis oleh Bang Mandra dengan celetukan-celetukan khasnya.

Eeee.. buju bhuseeeet…

Ya, benar-benar menyelamatkan film ini apalagi sepanjang film Doel jarang (atau tidak pernah, ya) tersenyum. Cemberut terus.

Jadi, kesimpulannya?

Bagian mengganggu dari film ini adalah subtitelnya. Gak konsisten, blas. Subtitel menampilkan bahasa Inggris tapi ketika pemain menggunakan bahasa Belanda, subtitelnya jadi bahasa Indonesia. Jadi peruntukan subtitel untuk siapa?

Film ini cocok untuk nostalgia, itu saja. Perlu sekuel? Menurut hemat saya, kalo sekuelnya adalah spin-off kisah Bang Mandra bisa jadi lebih asik.

Ngomong-ngomong, soundtracknya yang diaransemen ulang oleh Armada boleh juga lho.

**

7 pemikiran pada “[Review] Si Doel The Movie (2018)

  1. Aku jdi penasaran gegara tayang lagi TV. nggak pernah tahu akhirnya si doel sama siapa. Ee sama zainab ya jdinya dulu ? Heem pengen lihat filmnya hehe

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s