[Review] O Tentang Seekor Monyet Yang Ingin Menikah Dengan Kaisar Dangdut – Eka Kurniawan

 

 

lrm_export_59063703282012_20181101_101404382-11410913047.jpeg

Eka Kurniawan – O Tentang Seekor Monyet Yang Ingin Menikah Dengan Kaisar Dangdut

Hal pertama yang ingin saya sampaikan tentang novel Eka Kurniawan yang satu ini: absurd!

Bagaimana tidak, dari judul saja sudah cukup menggelitik. Faktor judul setidaknya yang membuat saya melirik novel ini di Gramedia ketimbang novel yang lain. Tentu ketika melihat “nama besar” Eka Kurniawan di sampulnya, setidaknya saya berekspektasi pada cerita dengan tensi berat seperti di novel Lelaki Harimau.

Ekspektasi saya ternyata keliru. Alih-alih dapat cerita yang menegangkan, ternyata saya malah dapat keabsurdan.

Mari kita ulas.

Tokoh

Tokoh di novel ini sangat banyak. Setiap tokoh punya “semesta” sendiri. Sebut saja semesta cerita Sobar – Joni Simbolon – Dara – Toni Bagong. Cerita mereka adalah tentang romansa segitiga polisi – residivis – seorang wanita. Juga ada cerita Rini Juwita dan keluarganya. Betalumur – Mimi Jamilah. Ada kakek buta dan wanita gila. Terakhir, ada seseorang yang berjuluk Kaisar Dangdut yakni Entang Kosasih.

Lalu ada cerita dari semesta hewan yakni O (seekor monyet betina), Entang Kosasih versi monyet jantan, Kirik, Kakatua, Babi Ngepet, dan Tikus.

Juga ada keterkaitan semesta manusia-hewan di atas, misal Betalumur dengan O, Rini Juwita dengan Kirik, Sobar dengan Entang Kosasih versi monyet.

Plot

Bagi Anda yang bersabar membaca novel ini sampai akhir, keabsurdan cerita di novel ini setidaknya terbayar lunas dengan sajian plot yang berkaitan satu sama lain walaupun dengan alur waktu yang jungkir balik. Kadang maju, lebih banyak mundur.

Bayangkan ada setandan pisang. Setandan pisang itu terdiri dari beberapa sisir.. Setiap sisir memiliki buah pisang yang cukup banyak. Nah, semesta cerita dari tiap tokoh di novel ini ibarat kumpulan buah pisang di satu sisir. Tiap sisir adalah memiliki semesta cerita yang berlainan.

Tandan pisang itu adalah buku novel ini.

Kurang lebih begitu. Berhubung novel ini memiliki judul monyet, yang terpikir untuk analogi di atas adalah pisang… heuheu.

Tapi, Eka Kurniawan mengemas sebagian besar buah dalam tandan pisang tersebut dengan rapi dan mengesalkan. Rapi dalam artian cerita dimulai dan diakhiri dengan baik. Mengesalkan karena semua cerita tidak diselesaikan dalam satu urutan yang linear. Misal cerita Sobar yang pistol revolvernya dicuri monyet Entang Kosasih di awal cerita baru disambung lagi di tengah novel. Itu pun terkadang kita harus dipaksa mundur sekian waktu untuk menggali cerita yang belum tersampaikan.

Jika Anda pernah nonton film Dunkirk, kurang lebih seperti itu lah pembawaan cerita yang ada di novel ini.

Latar Waktu dan Tempat

Tidak seperti Lelaki Harimau yang membuat pembaca menerka tahun berapa cerita dalam novel tersebut berlangsung, novel O ini memiliki petunjuk yang cukup gamblang tentang latar tempat: Rawa Kalong dan Jakarta.

Untuk tahun, setidaknya ada penggalan di novel ini yang menyatakan bahwa cerita ada di era setelah reformasi.

Perlu Dibaca?

Bagi Anda yang suka membaca novel dengan genre religi, mungkin novel ini kurang cocok. Terlebih dengan alur cerita yang “biasa-biasa” saja. Tapi jika Anda ingin dapat “sensasi” lain membaca novel dengan alur yang jungkir balik dan cerita yang absurd, bisa membaca novel ini.

Lantas, di balik keabsurdan itu, apakah ada pesan moral yang tersampaikan? Ini relatif. Bagi saya, tetap ada nilai-nilai yang tersampaikan. Ini subjektif, bisa saja Anda menemukan lebih banyak dari saya atau mungkin tidak sama sekali.

Kutipan bagian favorit saya adalah:

Ia selalu merasa perempuan tak hanya memiliki banyak kata-kata di mulut mereka, tapi perempuan juga selalu memiliki cara untuk membuat seseorang merasa terpojok.

Karena itu saya rasakan sendiri #ups

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s