Cara Kerja-Nya

image

Katakanlah, kita sedang berada di Stasiun Tanah Abang hendak menuju Stasiun Gambir. Moda transportasi paling fleksibel di antara kedua stasiun tersebut adalah sepeda motor, dalam hal ini: ojek (baik online ataupun konvensional).

Ketika sampai di kerumunan ojek, kita bisa memilih ojek manapun. Padahal tarif sama, tidak ada pembeda signifikan. Singkat cerita, kita berhasil memilih satu ojek yang kita percaya mengantar dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gambir.

Pernahkah terpikir, kita memilih ojek tersebut? Maksudnya, dari sekian banyak pilihan, pengemudi ojek tersebut lah yang terpilih. Mengapa tidak kita pilih tukang ojek yang pertama kali menawarkan diri? Mengapa kita tidak kita pilih yang di ujung gang? Mengapa yang dipilih yang itu? Bukan satu orang sebelum atau sesudahnya.

Saya percaya, itu cara kerja-Nya. Mekanisme-Nya. Tidak hanya ihwal perojekan, tapi semua hal.

Semuanya.

3 pemikiran pada “Cara Kerja-Nya

  1. Bisa juga d balik ya.. tuhan seperti menawarkan banyak pilihan dan kita yg memilih itu. Contonya abang ojek itu bisa jd kita memilihnya krna buru2, karan terlihat lebih rapih, atau sbgnya

  2. rejeki sampeyan untuk diantarkan ojek tersebut. rejeki ojek tersebut untuk menerima pembayaran dari sampeyan. cara kerjaNya bisa menjadi dasar rasa syukur kalau dimaknai sebagai rejeki, mas. 😀

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s